Cewek Ngentot Nonok Cewek Perawan Pake Peler Plastik

Cewek Ngentot Nonok Cewek Pake Peler Plastik | Nama aku Kartika, usia 24 tahun dengan tinggi 170 cm, berat 51 kg, asli orang Bandung, kulit putih bersih. Ukuran toket aku yang 34C termasuk lumayan besar untuk gadis seusia aku.

Pekerjaan aku adalah sebagai manager operasional di sebuah perusahaan terkenal di daerah aku.

aku ingin mengeluarkan gelisah hati yang aku pendam selama ini, mudah-mudahan aku bisa berbagi dengan pembaca sekalian.

aku di kantor mempunyai sahabat yang namanya Ravena, sering aku panggil Ana.

Orangya supel, dan mudah bergaul, tinggi semampai, dengan kulit putih mulus, 34C ukuran toket nya.

aku mempunyai kelainan ini sejak masih gadis pada saat tinggal bersama kakak aku, Mbak Erni namanya.

Kapan-kapan aku ceritakan sejarah lesbian aku, tapi aku juga suka cowok lho sama seperti gadis-gadis lain.

Hanya aja hampir tujuh puluh persen aku menyenangi cewek, aku tidak mengerti mengapa aku begini, mungkin suatu saat aku bisa sembuh total ya? ! aku sering jalan bersama Ana kalau ada undangan karena aku belum ada pasangan, banyak sih cowok yang naksir, cuma aku masih enggan aja untuk berpacaran.

"Ka, sini sebentar" panggil Ana pada aku sambil mendekatkan Mercynya. "Ada apa Na? " tanya aku heran pada Ana.

"Boleh nggak minta tolong? " "Tolong apa? " "Itu lho, rumah aku khan sedang direnovasi" "Terus? " "Mmh, boleh numpang nginep nggak di rumahmu? " tanya Ana ragu-ragu.

Cerita seks Cewek Ngentot Nonok Cewek Pake Peler Plastik
"Alaa, gitu aja nanya, boleh dong, sekarang? " "Iya, boleh khan? " tanya Ana sekali lagi meyakinkan dirinya sendiri.

"Udah, nggak usah banyak omong, ayo jalan" perintah aku sambil tersenyum. "Okey, trim' s ya" Maka setelah Ana mengambil baju sekedarnya, kami berdua meluncur ke rumah aku yang memang agak jauh dari kantor. Rumah aku mempunyai empat kamar, satu kamar untuk tamu dan kamar aku di tengah, aku tinggal sendiri karena orang tua aku tinggal di Surabaya. "Na, ini kamarmu ya" kata aku sambil menunjukkan sebuah kamar padanya di ujung depan. "Trim' s ya" jawabnya sambil masuk ngeliat -lihat kamar.

Cewek Ngentot Nonok Cewek Pake Peler Plastik

"Kutinggal dulu" "Ya" jawabnya sambil lalu. aku kemudian menuju kamar untuk mandi dan berganti baju, soalnya gerah sejak tadi.

Sedang asyik-asyiknya aku memilih BH, tiba-tiba Ana masuk ke kamar. "Eh. Maaf ka, lagi pake baju ya? " katanya kaget ngeliat ku masih memakai celana dalam berwarna merah dan belum mengenakan BH sama sekali.

"Oh Ana, masuk Na, nggak apa-apa kok" jawab aku sambil tersenyum ngeliat nya yang masih memandangi toket aku yang termasuk besar dan montok.

"Wah, badanmu seksi juga ya? " ujarnya. "Tentu aja, habis aku rajin senam sich" "Oh ya, ada film bagus nich, nonton yuk" ajak Ana sambil menggandeng aku untuk menonton TV di ruang tengah.

"Bentar Na, kuganti baju dulu ya" jawabku sambil memakai BH dan kaos longgar serta celana pendek.

"Kutunggu ya" "Ya". Kemudian Ravena udah duduk di depan TV sambil makan camilan, sedang aku masih sibuk membereskan baju yang berserakan.

Malam itu Ana mengenakan daster kuning hingga kelihatan kulit lengannya yang putih mulus, kadang-kadang karena duduk kami yang mepet, Ana dengan tak sengaja menyenggol toket aku hingga perasaan aku jadi bertambah aneh.

Mungkin karena acara TV yang membosankan, aku jadi tak tertarik lagi, aku lebih tertarik memperhatikan Ana aja.

Ternyata Ana yang memakai daster itu, udah tidak memakai BH lagi hingga tonjolan toket nya kelihatan mencuat ke atas, mungkin karena kami sama-sama perempuan, jadi Ana tidak malu-malu lagi, bahkan kadang-kadang kakinya dinaikkan ke meja hingga bawahan dasternya jadi tersingkap dan memperlihatkan celana dalamnya yang berwarna putih.

Perasaan aku jadi lain hingga aku memutuskan untuk ke kamar dan berganti baju dengan daster tanpa memakai BH dan celana dalam juga, supaya bertambah nyaman kalau berdekatan dengan Ravena.

Sungguh Ravena itu gadis yang cantik seperti artis mandarin. aku kembali ke ruang tamu dan membawa kaset DVD untuk aku tonton bersama Ana, siapa tahu aja Ravena tertarik dengan filmnya dan ingin mmh.

"Na, ganti ama DVD ya? " "Film apaan tuch? " "Ini, film romantis dari Jepang, pengin liat nggak? " "Ya, bolehlah, abis acaranya nggak ada yang menarik sich" "Okey, duduk dekat sini" pinta aku pada Ana untuk duduk di sofa agar nyaman menonton film itu.

Sebetulnya sich, itu film triple X dari jepang mengenai seorang gadis yang mencintai guru wanitanya lalu mereka bersetubuh dan bercinta dengan gaya yang romantis dengan berbagai macam gaya.

Volume TV dan AC aku perbesar hingga Ana mendekat dan mepet dengan aku.

Untung rumah udah sepi karena pembantu udah pulang semua dan lagi rumah aku besar, jadi volume suara TV yang besar itu tidak kedengaran lagi dari luar.

"Film bokep ya? " tanya Ana tanpa menoleh pada aku. "Tapi bagus lho, untuk pelajaran sex" "Bagus, sich bagus, tapi aku jadi pengin nich" gumam Ana tak jelas karena napasnya yang makin berat dan diselingi suara orang bercinta dari TV yang makin kencang.

"Gimana kalau kupegang toket mu" usulku. "Hush, ngaco kamu Tika, kita ini sama-sama cewek tau" jawabnya sambil monyong, namun itu justru menambah gairah aku semakin tinggi.

"Daripada kamu megang sendiri, hayoo" jawab aku tak mau kalah sambil meraba toket nya.

"Jangan, Tika. Jangan" teriaknya keras karena kaget toket nya aku pegang. Namun teriakannya tak bikin aku jera, bahkan telinganya yang sensitif aku cium dengan lembut.

"Kurang ajar kamu, sst" tolaknya lemah dengan mendesis. "Mmh" Pergumulan aku dengan Ana berlangsung seru, hingga beberapa menit Ravena masih memberontak, tetapi karena gairahnya udah naik dan ditambah lagi dengan ciuman dan remasan aku pada daerah sensitifnya, akhirnya Ana menyerah juga. Cerita bokep Cewek Ngentot Nonok Cewek Pake Peler Plastik

Bahkan dengan sigap membalas mencium bibir aku dengan ganas sambil meraba nonok aku yang udah mulai basah sejak tadi.

"Sst. Mmh. Tunggu" potong aku menghentikan ciuman dan serangannya Ana. "Hahh, ada apa Ka? " "Buka dastermu" pinta aku untuknya agar membuka daster, sementara aku juga telah membuka dasterku sendiri hingga bugil.

"Wah, susumu besar juga ya? " kata Ravena kagum ngeliat toket aku yang udah tegak, sambil juga melepaskan dasternya, bahkan celana dalamnya pun ikut dilepaskan juga hingga kami menjadi sama-sama bugil.

Dan kami pun kembali saling berciuman di sofa tanpa mempedulikan film jepang itu.

aku mengambil inisiatif untuk memulai mencium toket nya. "Sst. Sst" "Mmh. gantian" rintih Ana karena tidak dapat menahan ciuman dan jilatan lidah aku pada toket nya.

Cerita Sex Cewek Ngentot Nonok Cewek Pake Peler Plastik

Maka aku pun berganti posisi dengan Ana yang menjilat toket aku dengan semangat hingga nonok aku juga ikut dibelai, bahkan jari-jarinya yang lentik keluar masuk ke dalam lubang nonok aku dengan cepat hingga aku mengalami orgasme yang pertama.

"Mmh. Enak. Na, cepetan. Sst" rintih aku karena tak tahan lagi dengan permainan Ana yang begitu hebat, bahkan Ana sekarang menjilat nonok aku dengan liar hingga beberapa menit, aku semakin mendorong nonok aku ke arah mulutnya yang sedang menghisap bagian dalam.

"Sstss. pinggirnya. ssts. Ya. yang i. tu" rintih aku terpatah-patah. Tiba-tiba Ravena menghentikan permainannya.

"Ada apa Na? " "Kita coba yang seperti di film, mau khan? " usulnya.

"Boleh aja" jawab aku senang karena memang senang dengan gaya enam sembilan.

Gaya enam sembilan itu maksudnya aku yang berada di posisi atas menghadap Ravena yang berada di posisi bawah dengan saling menjilat nonok masing-masing, bahkan saking enaknya hingga kepala aku terjepit oleh Ravena yang rupanya juga telah mengalami orgasme yang pertama.

Kami melakukan pergumulan itu di sofa hingga dua jam dan rupanya Ravena pun puas atas permainan itu.

"Hahh, lega rasanya" "Gimana, enak nggak? " "Enak juga ya" "Mau lagi nggak? " "Mau dong kalau caranya gitu" jawab Ana manja sambil mencium bibir aku gemas.

Malam itu aku dan Ravena menghabiskan permainan yang seru itu di kamar, bahkan Ana tak henti-hentinya meremas toket aku dengan gemas, kadang-kadang aku puaskan Ravena dengan alat kelamin pria plastik, tentu aja alatnya yang bisa bergetar hingga itu menambah nikmat percintaan aku dengan Ana.

Beberapa ronde kami lalui hingga pagi, juga di kamar mandi. ***** Keesokannya, seperti biasa aku udah bersiap ke kantor dengan Ravena.

"Ayo Na, udah siap belum? " "Udah boss, ayo" gandeng Ana mesra sambil mencium bibir aku lembut.

"Hush, nanti dilihat orang lho" "Iya ya" Maka sejak itu, aku dan Ravena sering bercinta di rumahnya atau rumah aku, bahkan pernah beberapa kali kami bercinta di dalam mobil.

Pada saat hari libur, Ravena mengajak aku dan beberapa temannya ikut berdarmawisata ke pulau Bali dan Lombok.

Salah satu di antaranya bernama Vestiani yang orang Malang. "Tika, kamu ikut tour besok nggak? " tanya Ravena.

"Tentu dong, yang ke Bali dan Lombok khan? " jawabku. "Iya dong, eh. kenalin nich, teman aku" ujar Ravena memperkenalkan temannya.

"Vestiani" katanya memperkenalkan diri. "Kartika Sari" jawab aku sambil menjabat tangannya yang kuning langsat itu.

"Ayo Na, sampai besok ya" jawab Ravena menggandeng Vestiani. Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, aku dengan beberapa teman kantor jadi berwisata ke pulau Bali dan Lombok, juga ada Vestiani dan Ravena.

Dari obrolan kami, aku ketahui bahwa Vestiani itu umurnya baru 23 tahun, 172 cm/53 cm, dengan toket 34C, orangnya cukup ramah dan sopan.

Ravena pernah bercerita pada aku bahwa Vestiani adalah seorang lesbian sejati, udah pernah beberapa kali pacaran, namun kandas di jalan hingga hatinya hancur lebur.

"Ana, sini bentar Na" panggil aku pada Ana. "Ada apa Tik" "Tukeran duduk ya, Vestiani di sini dan tas ini di tempatmu, gimana? " usulku.

"Enak aja, kapan lagi kesempatan gini datang" "Please dong, khan kamu udah lama kenal ama Vestiani" "Iya dech, cuman aku boleh liat dong di sebelah" canda Ana sambil mencolek toket aku dengan gemas.

Akhirnya dalam bis itu, aku yang mulanya duduk di belakang dengan tas besar entah siapa yang punya, dapat kesempatan duduk dengan Vestiani yang cantik.

Ravena tak ketinggalan duduk di sebelah dengan tas besar yang udah aku pindahkan.

  • Vestiani dalam perjalanan itu memakai rok jins hitam dengan kaos merah mudanya, sungguh serasi dengan bentuk tubuhnya yang proporsional.
  • Rupanya Vestiani atau yang biasa aku panggil dengan Vesti senang curhat dengan aku, bahkan beberapa kali matanya mengarah pada toket dan bawah rok jins biru aku yang agak naik ke atas, mungkin celana dalam aku yang berwarna putih polos kelihatan, tapi aku cuek aja.
  • Bahkan aku sengaja beberapa kali menyingkap rok aku hingga paha aku yang putih kelihatan dengan jelas hingga Vesti salah tingkah memperhatikan rok aku.
  • Malam itu kami udah melewati kota Probolinggo, aku lihat teman-teman udah pada tidur karena kelelahan, sementara Ravena memperhatikan aku sambil mengedipkan matanya beberapa kali.
  • Di bis wisata itu yang duduk di belakang cuma aku, Ravena, seorang teman lain dan beberapa barang bawaan yang menumpuk, sementara yang lain duduk di depan, tentu aja ada yang berpasangan.
  • Sementara itu Vesti rupanya udah tertidur pulas dengan kepalanya bersandar pada bahu kanan aku hingga perasaan aku jadi tak enak karena napasnya yang harum dan lembut tercium oleh aku, di samping itu posisi duduknya yang sungguh bikin dada aku berdebar-debar karena kakinya menopang pada paha aku.
  • Dengan perlahan aku menyelimutinya hingga kami berdua tertutup oleh selimut hingga cuma tinggal kepala aja yang kelihatan.
  • Tangan kanan Vesti aku pegang dan aku di tempatkan toket aku. tiba-tiba Vesti membuka matanya dan menatap aku tajam.
  • "Eh. Eh. Vi. Belum tidur ya? " tanya aku tergagap-gagap karena kaget ngeliat nya bangun tiba-tiba.
  • "Iya Mbak, belum ngantuk nich" jawabnya tersenyum ramah dan tidak melepaskan tangannya dari toket aku, padahal aku udah horny.
"Jangan panggil Mbak dong, panggil Tika aja ya" "Iya dech, Tika udah punya pacar belum? " tanyanya.

"Belum, emangnya kenapa? " "Masak, cewek secantik kamu belum punya pacar! " "Emang belum, kamu sendiri? " "Udah pernah sich, cuma sering putus, lebih suka sahabatan ama cewek" "Oh gitu ya" "Ka, boleh nggak Vesti peluk? " pintanya.

"Boleh aja, terserah Vesti dech" gumam aku pelan karena Vesti dengan pelan meremas toket aku dengan gemas, bahkan udah masuk dalam BH aku dan meremasnya dengan lembut.

"Sstss. Vi" desisku. "Gimana Ka? " tanya Vesti yang berusaha membuka BH aku.

"Enak Vi. Sstss. aku boleh" belum sempat Vesti menjawab, tangan aku udah masuk ke dalam roknya dan membelai nonok nya yang masih memakai celana dalam.
Cewek Ngentot Nonok Cewek Pake Peler Plastik, cerita seks, sex dewasa lesbian, cerita bokep lesbi ngentot nonok cewek
Cewek Ngentot Nonok Cewek Pake Peler Plastik


"Sst. Ka. Ayo dong" ajak Vesti menuntun tangan aku untuk masuk lebih dalam dan menyentuh nonok nya.

Akhirnya aku dan Vesti saling meremas toket dan menyentuh nonok hingga Vesti duluan orgasme karena tak tahan dengan jari-jari aku yang keluar masuk nonok nya dengan cepat.

Ravena yang dari tadi memperhatikan aku, juga ikut-ikutan merogoh toket nya sendiri.

Belum sempat aku orgasme, bis itu sampai Denpasar, dan kami memesan kamar masing-masing untuk esok paginya kami lanjutkan dengan pesiar keliling pulau Bali.

"Gimana nich Vi, aku khan belum" "Tenang aja Ka, gimana kalau kita tidur berdua? " jawab Vesti santai karena tahu bahwa aku belum puas.

"Iya dech" "aku boleh ikut nggak, boleh ya" rengek Ravena tiba-tiba mendekati kami.

"Boleh aja, gimana Vi, Ana boleh ikut nggak! ? " tanya aku pada Vesti.

"Okey, pasti tambah asyik ya" jawabnya sambil mengedipkan mata pada aku. Jadilah aku memesan kamar bertiga dan setelah kami diberi pengarahan dari pemandu wisata agar bangun jam 08.

00, maka aku langsung masuk kamar. Setibanya di kamar dan menaruh tas, aku peluk Vesti dan menghimpitnya ke tembok hingga toket aku yang montok menempel ketat pada toket nya.

"Udah nggak sabar nich yee" goda Ana sambil memeluk aku juga dari belakang dan langsung mencium leher aku dengan ganas.

"Vi. Kamu" "Udah ka, ayo kita terusin yang tadi" jawab Vesti sambil melumat bibir aku dengan ganas.

"Mmh" Vesti yang mencium aku dengan ganas itu juga tak kalah gesitnya mencoba kembali membuka BH aku yang akhirnya terlepas juga ke bawah, tangannya dengan terampil kembali meremas-remas toket aku, di samping itu Ana berusaha melepas rok jins dan celana dalam aku hingga aku yang pertama-tama bugil duluan.

Entah siapa yang memulai duluan, tahu-tahu aku udah berada di tempat tidur dengan toket aku yang dijilati Vesti dengan lincah, bahkan Ana pun juga udah bugil dan sekarang sedang menjilati nonok aku dengan lahap.

"Sst. Uuh. Mmh" rintih aku keras karena tak tahan diperlakukan oleh dua orang wanita cantik yang menjilati bagian sensitif aku.

Beberapa menit kemudian aku pun tak tahan dan mengalami orgasme yang pertama.

Vesti juga minta ganti posisi di bawah untuk kami kerjai yang aku bagi tugas dengan Ana, aku bagian menjilat nonok nya dan Ana bagian toket dan bibirnya.

Beberapa menit permainan itu kami lanjutkan dengan cara saling berganti posisi. "Ka. Sstss. Geli. Ahh. Ssts" "Ssts. Mmh. Jilat yang itu. Ya" rintih Vesti yang sedang berjongkok karena nonok nya dijilat oleh Ana.

"Sstss. Go. Yang. Na. Sstss" desis aku meminta Ana yang nonok nya sedang aku gesek-gesekkan dengan nonok aku untuk menggoyang pinggulnya lebih keras.

Permainan demi permainan kami lewati hingga akhirnya aku meminta Vesti memasang peler plastik yang bisa bergetar itu pada nonok nya.

Bentuknya seperti celana dalam yang di tengahnya ada peler plastik. "Sstss. Pelan. Vi. Argh" jerit aku karena Vesti memasukkan peler buatan itu terlalu cepat pada nonok aku.

"Mmh. Gimana Ka, enak. ? " "Ssts. Ya, ayo" perintah aku setelah Vesti memasukkan peler plastik itu dan mendorongnya keluar masuk hingga aku merasa nikmat dan menjepit peler plastik itu dengan keras hingga dinding nonok aku berdenyut-denyut.

"Sstt. Ayo. Vi. Lebih cepat lagi" pintaku. "Sstss. Mmh. Sstss. Argkk" jerit aku melengking karena cepatnya Vesti memasukkan peler plastik itu hingga aku orgasme berulang-ulang yang ditambah lagi rangsangan pada toket aku yang dijilat dan dikulum oleh Ravena sambil tangannya tak henti-hentinya juga meremas toket Vesti.

nonok aku mengeluarkan lendir berwarna putih, sungguh banyak sekali. "Lega rasanya, nikmat juga pake peler buatan" "Enak nggak rasanya Ka? " tanya Ravena pada aku dengan mimik heran.

"Lho, kamu belum pernah toh An? " tanyaku. "Belum tuch, biasanya sich cuma ama cewek aja" "Nikmat kok rasanya, aku sering pake kalau lagi nggak ada pasangan" jawab Vesti sambil membersihkan peler plastik itu untuk kami gunakan lagi.

"Gimana An, kamu coba dech, sini biar kucobain buat kamu" bujukku pada Ravena yang kelihatan masih ingin mencoba peler buatan ini selain gaya enam sembilan favorit Ravena dan aku.

Malam itu kami bertiga menguras habis energi untuk bercinta hingga ke kamar mandi, bahkan dengan senangnya aku bisa memandikan Vesti yang paling muda di antara kami bertiga.

"Pelan-pelan ya masukinnya" pinta Ravena cemas. "Tenang aja, nggak sakit kok" kata aku meyakinkan Ravena yang ngeliat aku udah memasang kan celana dalam ber peler itu di kemaluan aku.

Permukaan peler plastik itu ada bintik-bintiknya yang tidak beraturan dan aku juga tidak begitu mengerti apa manfaatnya, mungkin aja untuk menambah rasa nikmat jika bersentuhan dengan dinding nonok.

"Sst. Mmh. Sstss. Aduh" jerit Ana pelan karena peler itu terpeleset keluar bibir nonok nya.

Akhirnya seluruh peler plastik itu masuk ke dalam nonok Ana yang masih sempit itu, mungkin Ravena masih perawan karena beberapa saat kemudian sedikit keluar darah.

Memang selama aku bersahabat dengan Ravena, Ana jarang bergaul dengan teman pria, kebanyakan teman wanita seperti aku dan yang lainnya.

Sedangkan Vesti pergaulannya luas termasuk dengan pria hingga nonok Vesti udah agak melebar dibandingkan dengan nonok aku dan Ravena.

"Na, kamu masih perawan ya? " tanya aku serius pada Ravena. "Eh. Iya. Berarti kamu yang pertama melakukannya, Sayang" jawabnya mesra sambil mencium aku dengan lembut.

"Mmh" aku berusaha maju mundur mengikuti aksi seperti yang di film bokep, para pria maju mundurin peler nya ke dalam nonok si wanita.

Sambil memasukkan peler buatan, aku meremas-remas toket Ana. "Sstss. Ter. Us. Sstss" "Sst. Vi. Ayo" ajak Ana sambil mengajak Vesti untuk berciuman dengan aku.

"Sstss. Sstss. Mmh" Sambil berciuman dengan Vesti, aku memasukkan peler plastik itu keluar masuk dengan irama yang teratur hingga pantat Ravena bergoyang pelan.

Rupanya Ana menikmati permainan peler plastik itu hingga meminta aku agar cepat menaikkan tempo keluar masuknya peler plastik itu dalam nonok nya.

"Ayo Vi, isap puting aku" "Iya, Ka" "Sstss. Mmh" rintih aku agak keras karena Vesti bukan aja mengisap puting aku, bahkan menggigit puting aku dengan gemas hingga aku merasa nikmat dan mendorong peler plastik itu semakin cepat aja.

"Sstss. Sstss. Sstss. Bagi. An. Sstss. Itu" desis Ana mengarahkan aku untuk menyodokkan peler itu pada bagian lubang nonok nya.

Permainan dengan Ana membutuhkan waktu yang lama karena ia menahan irama birahinya hingga pinggul aku pegal-pegal, kemudian setelah aku lelah, aku menyuruh Vesti untuk ganti menindih Ravena dengan peler plastik itu.

"Vi, gantian ya, aku capek nich" "Ya, ayo sini" jawab Vesti sambil memasang peler itu dan langsung memasukkannya dalam nonok Ravena dan mereka pun bermain dengan bernafsu hingga Vesti melahap bibir Ana dengan ganas.

aku pun menyelipkan tangan di antara toket mereka dan meremas-remasnya supaya Ana cepat orgasme.

Dan akhirnya Ravena melepaskan ciuman Vesti dan memintanya agar lebih cepat. "Sstss. Sstss. Sstss. Ayo. Vi. Cepetan" "aku. Sstss. Mau. Keluar. Sstss" rintih Ravena hingga Vesti semakin mendorong dengan cepat dildo itu hingga Ana bergerak-gerak liar dan menjepit Vesti dengan kuat.

"Sstss. Arghh" jerit Ravena melengking karena cairan putihnya akhirnya keluar juga untuk terakhir kalinya.


cerita seks, sex dewasa lesbian, cerita bokep lesbi ngentot nonok cewek


Cewek Ngentot Nonok Cewek Pake Peler Plastik cerita seks dewasa , cerita seks, sex dewasa lesbian, cerita bokep lesbi ngentot nonok cewek Cewek Ngentot Nonok Cewek Pake Peler Plastik, cerita dewasa terbaru istri binal nakal , cerita seks, sex dewasa lesbian, cerita bokep lesbi ngentot nonok cewek, cerita seks dewasa
Cewek Ngentot Nonok Cewek Perawan Pake Peler Plastik
Cewek Ngentot Nonok Cewek Perawan Pake Peler Plastik, cerita seks , Cewek Ngentot Nonok Cewek Pake Peler Plastik, cerita seks, sex dewasa lesbian, cerita bokep lesbi ngentot nonok cewek, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Cewek Ngentot Nonok Cewek Perawan Pake Peler Plastik

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com