Biasa Selingkuh Ngentot Cowok, Sekarang Nonok ku Dientot Lesbi

Biasa Selingkuh Ngentot Cowok, Sekarang Nonok ku Dientot Lesbi | saya memiliki tetangga baru. Lima rumah dari samping rumahku. Sore ini pada pukul 6, tetangga baru itu mengundang para tetangga di sekitarnya untuk minum teh bersama.


Mungkin maksudnya sebagai acara perkenalan sebagai warga baru di kompleks perumahan di mana saya tinggal. Pada saat saya hadir, udh hadir beberapa ibu-ibu di sana.

Bu Sonia, demikian memperkenalkan dirinya padaku, menjemputku di pintu. Dipeluknya saya, mencium pipi kiri dan pipi kanan.

'Terima kasih Bu Marini, ibu telah sudi menghadiri undangan kami. Ohh, ibu cantik sekali dan sangat sexy.

demikian dia ucapkan terimakasihnya atas kedatanganku. Kalimat yg pertama merupakan ucapan yg biasa dan diucapkan secara biasa pula, dimana para tetamu sebelumnya ikut mendengar ucapan Bu Sonia itu.

namun pada kalimat berikutnya, Sonia, demikian selanjutnya saya dan dia sepakat untuk saling memanggil nama aja, dia ucapkan dengan berbisik dengan lebih melekatkan bibirnya ke telingaku,

sampai kurasakan hembusan nafasnya yg menyapu daun telingaku. Kalimat macam itu, walaupun saya berbunga-bunga mendengarnya, namun tidak lazim diucapkan dalam pertemuan pertama untuk saling berkenalan.

saya mengucapkan terima kasih kembali. Dan kami langsung saling pandang. saya merasakan pandangan Sonia yg tajam. Saat itu saya sedikit kagok,

tidak tahu mesti bersikap bagaimana, kecuali cara yg sebagaimana lazimnya, menunjukkan perasaan senang bertemu dengan kenalan baru.

Saat duduk, saya perhatikan tetangga baru ini. Sonia, suaminya adalah pelaut kapal pesiar milik perusahaan Amerika. Kapalnya 6 bulan sekali merapat di Tanjung Priok.

Artinya Sonia hanya dapat bertemu dan berkumpul dengan suaminya dua kali setahun setiap 6 bulan sekali. Koq tahan ya.

Sepintas dengan nada-nada humor yg mudah ditangkap telinga para tamu, Sonia menceritakan kehidupannya, keluarganya, suaminya dan hobbynya.

Sebagai wanita yg cukup berpendidikan, S1 Sosial Politik, dia senang mengatur rumah. Kuperhatikan, rumahnya yg relatif kecil ini, type 76 BTN,

dia atur dengan sangat pas. Artinya tidak berlebihan, namun juga tidak kurang. Dia menempatkan ruang makan menyatu dengan dapur.

Dan kitchen set pada dapur itu, nampak 'elegan simplicity'. Meja dapurnya yg beralaskan batu oniq, terkesan bukannya memamerkan kekayaan, namun lebih menekankan fungsinya sebagai landasan pemotong sayur yg hygienis.

Biasa Selingkuh Ngentot Cowok, Sekarang Nonok ku Dientot Lesbi

Untuk ruang tamunya dia pilih mebel gaya Raffles dengan kayu jati tanpa politur kecuali cukup dengan semir, sampai terkesan tua dan elegan pula.

namun pada dindingnya kulihat reproduksi yg mahal dari lukisan Bunga Matahari karya Van Gogh. Dia bilang itu pembelian suaminya saat mampir ke Paris.

Setahuku, walaupun itu reproduksi, harganya tidak kurang dari US$ 5. 0, 00 atau sekitar 40 juta rupiah.

Sungguh menunjukkan selera seni yg cukup hebat bagi keluarga 'awam' seperti keluarga Sonia ini. saya sungguh respek pada seleranya itu. Sonia sendiri menunjukkan pribadinya yg hangat.

Usianya kuperkirakan tidak lebih dari 23 tahun, tetapi nampak matang dan cerdas. Dia selalu tersenyum pada lawan bicaranya.

Manis. Pipinya ada cekung kecil saat melepas senyumannya. Dia mendatangi satu persatu tamunya tanpa membeda-membedakan. Dia senang memulai pembicaraan, seakan semua yg hadir telah akrab baginya.

Dengan kelincahannya itu, dan ditunjang pula dengan postur tubuhnya yg ideal, tingginya sekitar 170-an dengan postur tubuhnya yg relatif langsing dan nampak sehat,

Sonia menjadi pribadi yg cukup menarik. Sonia sangat manis dan sensual. saya yakin libido para pria pasti mudah bangkit saat menghadapi perempuan macam Sonia ini.

Dalam pertemuan minum teh sore itu, Sonia telah menunjukkan dirinya sebagai tetangga yg hangat bagi kami semua.

Semua yg hadir terkesan. Pada kesempatan itu beberapa kali kami saling bertemu pandang sebelum pada gilirannya dia mendekat duduk di sebelahku.

Saat dia mendekat, dia ulangi lagi pujiannya padaku. namun kali ini dia ucapkan dengan jelas di depan semua yg hadir. Tentu hal ini bikin ku bangga.

Dia menanyakan bagaimana saya merawat kecantikanku, apakah dengan minum jamu, olah raga, makan sayur, fitness dan sebagainya.

Dia ingin belajar dariku. Dia ingin datang ke rumahku. Silakan aja, jawabku. Dan tentu aja saya akan menyambut dengan senang apabila ia bersungguh-sungguh dengan keinginannya.

'Mbak Marini, saya ingin main nih. tidak ngganggu yaa. ', sapanya suatu pagi saat saya ada di teras sedang menunggu tukang sayur lewat.

'Eee. , Sonia. , tidak kok. , ayoo masuk. ', kuajak dia masuk ke rumah. Pagi itu Sonia mengenakan celana jeans dengan blusnya yg pendek terangkat ke atas sampai menampakkan sedikit pusarnya.

Dia ini tidak terlalu cantik sesungguhnya. Tapi. , saya yakin. , itulah yg namanya sensual. 'Mau masak apa mbak? ', saya jawab bahwa saya suka sayuran.

Biasa Selingkuh Ngentot Cowok, Sekarang Nonok ku Dientot Lesbi

Setiap hari yg saya cari adalah sayuran, sambal, buah dan yg semacamnya. 'Ooo, barangkali itu yg mem membuat Mbak Marini cantik sekali yaa.

Aah. , kamu terlalu memujiku'. saya agak kikuk juga. Sejak datang Sonia terus mengamati diriku, seluruh bagian tubuhku, kakiku, betisku,

pinggulku. Koq rasanya dia sedikit berlebihan. Sedemikian menyukai fisikku. 'Aduh Mbak, jari-jari kakimu inii. Indah sekali sihh.

sambil meraih kakiku, dibawa ke pangkuannya. Dia amati, jari-jari lentiknya mengelus jari-jari kakiku. Oh, lembut sekali.

dimasukkannya jari-jarinya di antara jari-jari kakiku. Kemudian dia sedikit memilin-milin jari kakiku itu. Oohh. , saya jadi merinding.

Pilinan jarinya koq halus sekali. membuat ku melayang. Dia dekatkan matanya seakan ingin mengamati kakiku lebih dekat.

'Kuku Mbak kurapikan yaa. , jelek-jelek gini saya ahli manicure lho. , ntar kuambil peralatannya di rumah'.

Tanpa menunggu reaksiku, dia langsung bergegas balik ke rumahnya, mengambil peralatan manicure. Kelembutan sebuah sentuhan dan pilinan terputus.

saya menarik nafas saat ngeliat Sonia melewati ambang pintu. Boleh juga, saya ingin belajar merawat kukuku, dan. ah. , tidak tahulah saya. 'Mbak Marini tahu Flo Jo khan, itu lho pelari putri Amerika yg menggondol medali emas Olimpiade.

lihat kuku dia mbak, dia rawat dan dia lukis, uh. , indah sekali. ', di ruang tamuku, saya duduk di sofa sementara dia di karpet untuk memudahkan pekerjaannya,

Sonia nyerocos sambil mengutak-utik kukuku. Dia mulai dengan jari-jari tanganku. 'Kuku Mbak Mar, uh, serasi sekali sihh.

nadanya seperti anak geregetan. saya tersenyum, dia juga tersenyum. Nampak begitu riang hatinya. Tiba-tiba dicium dan dikulumnya jari-jariku, 'Uuhh, saya tidak tahan jika lihat jari-jari indah gini,

nggak pa-pa ya Mbaakk? Habis indahnya kebangetan siihh. ', dia nampak geregetan sambil melepaskan gigitan kecil sebelum mengeluarkan jari-jari tanganku dari mulutnya.

Terus terang saya keheranan akan cara Sonia mengungkapkan geregetan dan kekagumannya pada jari-jari tanganku, dan saya merasa merinding saat lidahnya melumat jari-jariku dalam mulutnya.

Biasa Selingkuh Ngentot Cowok, Sekarang Nonok ku Dientot Lesbi

Biasa Selingkuh Ngentot Cowok, Sekarang Nonok ku Dientot Lesbi, Cewek Lesbi, Memainkan Jarinya, cerita seks, sex dewasa, cerita porno
Biasa Selingkuh Ngentot Cowok, Sekarang Nonok ku Dientot Lesbi | Klik foto untuk memperbesar gambar

namun saya tidak menariknya, rasanya. , saya. , saya menyenangi perasaan merinding itu. ? Sesudah potongan tersebut dirapikan, alkohol membersihkan celah-celahnya,

Sonia kemudian mencat kukuku. 'Ini seperti lukisan Jackson Pollock mbak, abstrak dan liar. Biar Mas Adit semakin cinta sama Mbak Mar.

katanya sambil tersenyum sehingga bikin pipinya 'dekik' itu. Hebat. , Sonia sangat ahli rupanya, tahu Jackson Polock segala.

saya senang dan tersanjung sekali. Apalagi sepanjang melakukannya, setiap kali memulai jari yg lain, selalu dia kecup terlebih dulu dengan bibirnya yg sensual itu.

'Oohh. , kamu menyenangkan bangett. '. Demikian pula saat Sonia melakukan manicure pada jari-jari kakiku. Dia kembali mencium dan sesekali mengulum jari-jari kakiku.

saya jadi menikmati kuluman itu. saya berlagak tak acuh dengan terus mengamati dan mengagumi "lukisan" Pollocknya di kuku tanganku.

Kecupan dan terkadang jilatan dan kuluman Sonia yg menikmati gregetannya pada jari-jari kakiku. Terus terang. , dengan sangat halus.

membangkitkan libidoku. , dan kemudian. pelan-pelan. merambati nafsu birahiku. Ooohh rupanya begini rasanya kalau perempuan disentuh oleh perempuan lain. Inikah birahi lesbian.

Normalkah Sonia. ? Atau benar-benar sekedar rasa geregeatan. , sebagaimana perasaan anak-anak perempuan pada boneka Barbie-nya.

saya tidak berani mengambil kesimpulan. saya cenderung tidak berani berkesimpulan. namun , halus sekali, kudengar nafas Sonia, lidahnya itu, yg udh terlalu menyimpang dari tujuannya untuk memanicure kukuku.

Lidahnya menari-nari di antara celah-celah jari kakiku. Nafas Sonia kudengar dengan halus. , memburu. 'Mbakk. , hheehh.

Mbakk. ', kudengar juga desahan yg lembut sekali. saya, yg walaupun udh sering mendengar adanya hubungan seksual sesama wanita atau lesbian itu,

sungguh mati belum pernah mengalaminya. saya benar-benar tidak mengerti beginikah cara hubungan itu. Apakah Sonia seorang lesbian? saya tidak atau belum bereaksi secara nyata,

kecuali tetap menampakkan tak acuhku dengan tetap mengesankan bahwa saya mengagumi "lukisan" Pollocknya pada kuku jari-jari tanganku.

saya masih tetap ragu dan walaupun birahiku sendiri terus naik. Mungkin ekspresi tak acuhku itu justru bikin Sonia semakin ngelantur. Tidak lagi mengurus kuku kakiku.

Kini saya merasakan tangannya udh mulai mengelus betisku, dan sesekali meremas atau mencubit kecil. Dan desahannya semakin tak lagi disembunyikan, 'Mbakk.

Mbak Marr. , kakimuu indahh sekalii. , ohh. '. Pada saat itulah. Birahiku tiba-tiba meledak, ciuman lembut itu, jilatan-jilatan halus itu,

remasan dan cubitan halus itu, ohh tak mampu kutahan lagi. saya menjadi sangat bernafsu. Kuraih tubuh Sonia ke tubuhku, menindih tubuhku.

dan untuk pertama kalinya bagiku. , sama-sama perempuan. kami saling berpagut. kami saling melumat bibir-bibir dan lidah-lidah kami.

Dan saling menghisap dan menyedot ludah-ludah kami, seperti yg kulakukan pada suamiku atau pada suami orang lain yg pernah kulakukan dalam berbagai selingkuh rahasiaku.

Kami langsung berguling ke karpet ruang tamuku, dengan sangat agresif Sonia merangsekku, lidahnya merambat ke leherku, ke dadaku.

Blusku direnggutnya, wajahnya merangsek dadaku. , lidahnya menari-nari dan bibirnya menggigit-gigit kecil kemudian menyedot puting-puting toket ku.

Woow. , saya terbakarr. 'Mbak Marr. , Mbak Mar pernah beginii. Mbakk? '. 'Ooohh. hheehh. hhullpp. ', dia merintih dan terus meracau.

saya sendiri tidak mampu lagi berfikir jernih, kuelus-elus kepalanya, rambutnya yg tergerai lepas kuraih agar tidak mengganggunya saat mengusel-usel dadaku yg sangat merangsang nikmat birahiku.

Kusaksikan kepala Sonia seperti bergeleng dan bergeleng histeris, sepertinya ingin menekankan lebih dalam kulumannya pada toket ku yg ranum ini. Aiihh.

binal nya kamu Soniia. saya menikmatinya dalam kepasrahan. saya tak ingin menggangu badai nafsu yg sedang melanda Sonia.

kubiarkan saat-saat tangannya mulai menyibak rok bawahku. Disingsingkannya kain rokku, tangannya menjamah celana dalamku, mengelusnya. Uh, halusnyaa.

saya menggelinjang hebat, dan mulai mengeluarkan desahan yg tak lagi dapat kutahan-tahan. Kegelian dari permukaan nonok ku menjalar ke seluruh tubuhku.

saya menggeliat-geliat. Sonia semakin bersemangat. Tangannya merogoh celana dalamku. jari-jarinya mengelus bibir nonok ku. Dengan bibir yg terus melumat tete ku serta menggigit puting buah dada ku,

jari-jari Sonia mempermainkan kelentitku. Uhh, rasanya saya tenggelam dalam samudra kenikmatan yg tak terhingga. Geliat-geliat tubuhku menggila disertai dengan rintihan yg disebabkan tak mampunya saya menerima kenikmatan yg datang melanda bak topan di lautan.

Kujambak rambut Sonia sampai menjadi awut-awutan. Dan Sonia sendiri semakin kesetanan. Jari-jarinya berusaha menembus lubang nonok ku.

saya merasakan kegatalan sekaligus kenikmatan yg dahsyat. Bibir lubang nonok ku mengencang. , ingin ditembus namun malah merapatkan pintunya.

Sungguh suatu ironi yg sangat. Pada gilirannya dilepasnya kuluman di dadaku. Tangannya membuka lepas celana dalamku. Sonia langsung menyorongkan mukanya ke pahaku.

  • Ke selangkanganku. Wajahnya mengendus seluruh permukaan kemaluanku. Hidungnya menyergap aroma yg keluar dai kemaluanku. Dan lidahnya dengan segera menemukan lubang nonok ku.
  • Langsung menjilatinya. saya sendiri menjadi mabuk penuh kenikmatan. saya mengerang dan terus menggeliat. Kali ini saya menginginkan bibir Sonia, lidah Sonia,
  • mulut Sonia seluruhnya menelan kemaluanku. saya angkat-angkat pantatku agar Sonia dapat dengan cepat melahap semuanya. saya ingin Sonia cepat-cepat menghilangkan kegatalan yg menerpaku.
  • saya dapat merasakan daerah nonok ku telah membasah. Cairan birahiku mengalir dengan deras sekali. Kudengar bibir Sonia yg menjadi sibuk menyedot cairan itu.
  • Kedengaran seperti anak-anak minum es krim dari tempatnya, menjilat-jilat, menyedot dan melahap sampai cangkir-cangkirnya ikut termakan. saya merasakan Sonia sedang 'memakan' kemaluanku.
  • 'Sonniaa. , saya tidak tahann. , oohh. , gatal sekallii. Sonniaa. '. Kudengar nafas Sonia makin memburu.
  • Hh. , hh, hh, hh, hh, hh. Tangannya meliar. Dia melepas sendiri pakaiannya, dia renggut kancing celana dan menarik resluitingnya dan dengan serta-merta dilemparkannya ke lantai celana jeansnya.
  • Kemudian dia rengkuh kaki kananku, ditarik dan ditungganginya. Dijepitnya kakiku di selangkangannya, diarahkannya jari kakiku. Diarahkannya jari-jari kakiku ke lubang nonok nya,
  • dia desak-desakkan ke lubang nonok nya. Dia merintih, mengaduh, oohh. , hh. , hh. Saat akhirnya lubang itu melahap ujung-ujung jari kakiku Sonia,
  • mulai melakukan gerak memompa. Dijadikannya jari-jari kakiku sebagai pengganti peler lelaki. Pantatnya naik turun menarik dan mendorong kemaluannya melahap jari-jari kakiku.
Baru kali ini saya ngeliat perempuan sedemikian kehausan. Sonia tidak lagi mempedulikan penampilannya. Dia tidak lagi merasa perlu menjaga penilaian orang lain terhadap dirinya.

Sonia sedang dipacu oleh nafsu birahinya yg bergolak-golak seperti kawah gunung berapi yg hendak memuntahkan laharnya. Pantatnya yg semakin indah di mataku itu terus naik turun bak alun samudra.

, terkadang dipercepat terkadang melambat mengikuti alir birahinya yg datangnya juga bergelombang-gelombang. sampai. akhirnya dengan teriakan bak lolong serigala betina, 'Mbak Marinii.

ma'afin akkuu. , oohh. , oohh. , oohh. Maarriinii. '. Sonia meraih puncak kepuasan birahinya. Orgasmenya. Sesudah itu ia langsung rebah ke lantai.

Kulihat keringatnya membasahi seluruh tubuhnya, blusnya, rambutnya, pada tubuhku, bahkan pada karpetku. saya sedemikian terpana oleh birahi yg baru aja menyerangnya. Cerita lesbi binal Biasa Selingkuh Ngentot Cowok, Sekarang Nonok ku Dientot Lesbi

saya menyaksikan kepuasan tak terhingga pada Sonia. Kubiarkan dia. Nafasnya tersengal-sengal. Pelan-pelan saya bangkit menuju dapur, pasti akan nikmat kalau dalam panas Jakarta serta panasnya permainan birahi Sonia yg melelahkan ini disegarkan dengan segelas besar orange juice dingin dari lemari esku. Di depannya saya meminum

beberapa teguk dari gelas itu. Kemudian kuserahkan padanya. Sonia dengan penuh kehausan langsung menerima dan meminumnya sampai tandas habis.

Kembali senyumannya merebak yg selalu diiringi dengan dekik lesung di pipinya. 'Terima kasih, Mbak Mar, ohh. thanks bangett.

untuk segala-galanya. untuk. , nih. , nih. , nih. , nih. , nih. , nih. ', sekali lagi senyumnya mengembang dengan disertai gaya humor segarnya dengan tangannya menjamah bibir,

leher, dada, paha, jari-jari kaki, jari-jari tangan dan nonok ku dengan kata-kata "nih. , nih. , nih.

" itu. Dan reaksiku sungguh tak kuduga sendiri, rasa ketersanjunganku, rasa kenikmatan yg kuterima darinya serta berbagai macam rasa yg tak mampu kuungkapkan mendorongku untuk kembali memeluk Sonia.

Kupeluk Sonia dan saya menciuminya. Sonia menyambut pelukan dan ciumanku. Kembali kami saling melumat. 'Mbak Marini belum orgasme yaa? Mau yaa.

? ', dia berbisik ke telingaku. 'He-eehh', saya terlarut dan menjawab dalam gumam. Sonia melepas pelukanku, tangannya meraih kedua bahuku dan memandangku.

'Mbak saya punya dildo. Persis deh mbak. Macam-macam bentuknya. Ada yg mirip punya orang bule, ada china, ada negro, ada coklat,

putih. Nanti tinggal pilih aja. Mauu. ? OK, Mbak tunggu ya, biar saya ambil, nanti kita pilih-pilih.

'saya tidak menjawab, malu. saya malu untuk berterus terang bahwa saya sangat ingin ngeliat mainan 'perempuan kesepian' itu.

saya sendiri malu untuk mencoba-coba beli. Pertama takut ketahuan suami dam kedua yaa. , malulah datang ke tempat itu untuk membeli itu.

Selama ini saya pecahkan aja dengan caraku yg aman dan mudah, ketimun. Sekitar 10 menit kemudian Sonia kembali dengan tas di tangan.

'Nih Mbak, lihat aja. Pilih aja. ', saya keheranan saat dia membuka tas itu. Dia tumpahkan beberapa benda-benda berbentuk peler. Ada yg biru,

ada yg kuning, ada yg persis peler negro, hitam lengkap dengan urat-uratnya seperti yg saya pernah tonton di VCD.

'Suamiku senang membawakan ini semua untukku. Oleh-oleh, dia bilang. Mungkin dia sangat tahu saya pasti kesepian sering ditinggalnya'. Cerita Seks binal lesbian nakal Biasa Selingkuh Ngentot Cowok, Sekarang Nonok ku Dientot Lesbi

ngeliat penis - penis palsu berserakan di karpet rumahku, saya geli juga. namun saat saya membayangkan bagaimana benda-benda itu bisa memberikan kenikmatan syahwatku,

mukaku jadi memerah. Rasanya birahiku naik lagi. Libidoku tergoda. 'Sonia mau nggak bantu saya masak dulu. Nanti makan siang aja di sini yaa?

', saya mengajak Sonia ke dapur. 'saya nggak tahan ngeliat dildo Sonia tadi. saya ingin ngerasain yg item gede tadi lhoo',

Sonia cekikikan mendengar saya berbisik padanya. 'Saya senang Mbak Mar udah mau ngomong gitu. , hi. , hi.

, hi. '. 'Khan Sonia yg ngajarin. ', dengan wajah penuh gairah, kami saling merangkul pinggang menuju dapur.

Kami masak tumis kangkung. Ada sepotong daging ham di chiller lemari es-ku, Sonia memasak sambal goreng pedas ala Menado.

'Biar Mbak Marini galak', komentarnya. Kami makan sepiring berdua. Saling menyuapi. Dia mengunyah daging Menadonya kemudian mencaplok bibirku.

Daging kunyahannya berpindah ke mulutku. Demikian pula saya sebaliknya. Kami juga minum dari satu gelas. Waktu makan itu kami jadikan waktu untuk terus pemanasan untuk memenuhi kehausan seksual wanita-wanita yg sering ditinggal suaminya.

Mas Adit suamiku, walaupun tidak merantau namun waktuku bersamanya sangat sedikit. Saat pulang larut dari kantornya, saya udh demikian ngantuknya. Saat bangun pagi,

dia langsung terburu-buru mandi untuk kembali ke kantornya. Saat hari-hari Minggu atau hari libur lainnya dia tinggalkan saya bermain golf dengan relasi-relasinya.

Suamiku akhirnya menjadi pria yg sangat egois. Menjadi suami yg hanya berpikir bahwa kebutuhan istrinya hanyalah harta, uang, harta, uang dan seterusnya.

Bahkan saat kami sedang melangsungkan senggama tidak jarang terputus oleh HP-nya yg berdering, kemudian dia bangun bergegas memenuhi undangan lah, panggilan proyek lah,

rapat mendadak lah atau sejuta alasan lainnya. Dan, bahkan pada saat benar-benar ada kesempatan yg longgar sekalipun ternyata memang dia kurang mampu memberikan kepuasan seksual pada istrinya.

Hanya dalam waktu singkat, sebelum birahiku benar-benar hadir dan naik, dia telah muncrat-muncrat. peler nya langsung lemas.

Saat birahiku datang merambati nafsu libidoku, Mas Adit udh tidur ngorok di sampingku. Sesaat setelah habis makan siang itu, bibirku dan bibir Sonia langsung saling melumat.

Tangan Sonia langsung merogoh blusku. Dipeluknya tubuhku. Didorongnya saya bersandar ke dinding. Kali ini lumatan bibir Sonia sungguh sangat nikmat. Lidahnya yg merasuki rongga mulutku meruyak,

menjilati lidahku dan di buah dada l dengan bibirnya yg menyedot ludahku. Tanganku juga terbawa aktif. Kupeluk tubuhnya, aroma parfum Sonia yg pasti mahal harganya,

merangsang hidungku dan mengkatrol nafsu birahiku. Pelan-pelan saya menuntun pelukannya ke peraduan, ke ranjangku. Kemudian kami bergulingan di ranjang empuk itu.

Baru kali ini saya gunakan ranjang pengantinku ini untuk berasyik masyuk bukan dengan suamiku atau dengan lelaki, namun dengan Sonia yg sama-sama sebagai perempuan bersuami.

saya dan Sonia saling melepas pakaian. saya buka celana jeansnya, dia buka rokku, saya tarik T-shirtnya, dia buka blusku, saya tarik celana dalamnya dia tarik pula celana dalamku.

Begitu kami telah sama-sama berbugil ria, Sonia langsung merangsek selangkanganku. Bibirnya mencari-cari nonok ku. Dan saya sendiri juga ingin mencoba kemaluan Sonia.

saya yg cukup berpengalaman selingkuh, mencuri kesempatan bercumbu dengan lelaki lain yg bukan suamiku, tidak begitu sulit beradaptasi.

Kuraih paha Sonia yg 'getas' itu. saya dekatkan wajahku ke arah selangkangannya pula, kami ber-69. Sonia asyik mengenyot nonok ku dan sebaliknya saya menjilati klitorisnya dan kemudian juga mengenyot kemaluannya.

Aroma selangkangan Sonia yg penuh wewangian sangat berbeda dengan aroma lelaki yg menebarkan aroma alami. Daya rangsang aroma Sonia secara lembut dan halus meruntuhkan kesadaranku.

Pelan namun pasti saya menenggelamkan diri dalam gairah birahi yg hebat. saya mulai menggosok-gosokkan kemaluanku dan menekankan pada bibir Sonia, demikian pula Sonia padaku.

Kami saling melumat nonok lawan cumbunya. Saat desakan hawa nafsu kami tak lagi terbendung, Sonia berbisik, 'Mbak Mar, kamu nungging yaa',

yg langsung kupenuhi. saya ingin tahu kenikmatan macam apa yg akan diberikan oleh Sonia padaku. Kurasakan wajahnya dibenamkan ke pantatku. Lidahnya menjilat tepi-tepi analku.

Kemudian menusuk lubang anal itu. woow. saya jadi ingat akan seorang partner selingkuhku, yg juga melakukan cara seperti ini.

saya mengerang penuh nikmat. Kuarahkan tanganku untuk menjangkau kepala Sonia. Saat kudapat, kutekan kepala itu agar lebih dalam tenggelam ke pantatku.

saya ingin lidah Sonia menusuk lebih dalam ke duburku. namun hanya sesaat. Sonia kemudian bangkit meninggalkan analku.

Tangannya ganti meraih pinggulku. Kemudian kurasakan ada sesuatu yg mendorong-dorong bibir nonok ku. Saat kulihat, kusaksikan dildo besar hitam mencuat dari sabuk kulit yg di pakai di pinggang Sonia.

peler palsu itu siap menembus nonok ku. Rupanya dildo tiruan penis negro itu udh dioperasikan oleh Sonia.

Hatiku tersenyum geli. Selanjutnya saya pasrah. saya yakin Sonia tahu apa yg akan diperbuatnya. Dia meludah pada dildo tersebut dan kembali menusukkan pada nonok ku.

saya membuka celah memek ku. Sedemikian inginnya saya merasakan penis sebesar itu memenuhi liang nonok ku. Sedikit demi sedikit Sonia si lesbi binal itu melesakkan dildo besar nya ke dalam nonok ku.

Dan sedikit demi sedikit pula nonok ku menelannya. Rasa kegatalan dan nikmat yg hebat langsung melanda memek ku.

saya berteriak dan merintih. 'Sakit mbakk. ? ', Sonia menghentikan tusukkannya. 'Enaakk Sonniaa, teruss. , enaakk. Terusinn.

masukkin semuanyaa. '. Akhirnya seluruh panjang dildo yg tidak kurang dari 20 cm itu tertelan seluruhnya ke dalam kemaluanku.

Ooohh. , rasanya tidak ada celah yg tersisa. Dinding kemaluanku mencengkeram seluruh batang dildo itu dengan eratnya.

syaraf-syaraf peka dalam dinding itu berinteraksi. , batang dildo itu dicengkramnya. Sonia menarik sedikit dan kembali memasukkan dildo itu.

dia melakukannya berulang-ulang. Dia memompa seperti lelaki memompakan penis nya pada wanita. saya dibuatnya kelimpungan. Nikmat yg tak terhingga menyergapku. saya mendesah,

merintih, meracau. Sonia yg rupanya tidak tahan mendengar racauanku, merunduk untuk menciumi bokongku dan kemudian membenamkan kembali hidungnya ke analku. Dia jilat analku,

dia juga menyedoti lubangnya. Dan saya semakin menggila. Semakin. , semakin,. semakin. Akhirnya kuraih orgasmeku. , saya tidak tahu lagi.

rasanya saya berguling saat orgasme itu datang. , kenikmatan dahsyat yg menimpaku bikin ku lupa diri. , saya berteriak histeris, meracau histeris.

Caci maki dan umpatan kata-kata kotor penuh birahi keluar dari mulutku. Belakangan Sonia mentertawakanku, dia bilang saya yg cantik, ayu dan lembut ini bisa juga mengeluarkan kata-kata hina,

seronok kasar dan kotor seperti itu. Dia membayangkan betapa kenikmatan telah melandaku sampai kata-kata yg sedemikian kotor itu begitu aja meluncur dari mulut cantikku.

begitu katanya. Itulah awal diriku mengenal dunia lesbian. Sejak itu saya dan Sonia sering bercumbu. Saat suamiku berangkat kerja, tak jarang permainan dilangsungkan di rumahku.

Atau di rumahnya, yg rata-rata hari-harinya dilewatkan sendirian. Lama kelamaan saya semakin banyak ngeliat perempuan yg cantik.

Sesekali kami, saya dan Sonia sepakat untuk mencari partner yg ke-3. Kami ingin bercumbu bertiga. Dengan siapaa yaa. ? Kapaann yaa. ?
Biasa Selingkuh Ngentot Cowok, Sekarang Nonok ku Dientot Lesbi, Cewek Lesbi, Memainkan Jarinya, cerita seks, sex dewasa, cerita porno


Biasa Selingkuh Ngentot Cowok, Sekarang Nonok ku Dientot Lesbi cerita seks dewasa , Biasa Selingkuh Ngentot Cowok, Sekarang Nonok ku Dientot Lesbi, cerita seks, sex dewasa, cerita porno Biasa Selingkuh Ngentot Cowok, Sekarang Nonok ku Dientot Lesbi sex,istri binal nakal , Biasa Selingkuh Ngentot Cowok, Sekarang Nonok ku Dientot Lesbi, cerita seks, sex dewasa, cerita porno, cerita seks dewasa
Biasa Selingkuh Ngentot Cowok, Sekarang Nonok ku Dientot Lesbi
Biasa Selingkuh Ngentot Cowok, Sekarang Nonok ku Dientot Lesbi, cerita seks , Biasa Selingkuh Dientot Cowok, Sekarang Nonok ku ngentot Lesbi, Cewek Lesbi, Memainkan Jarinya, cerita seks, sex dewasa, cerita porno, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Biasa Selingkuh Ngentot Cowok, Sekarang Nonok ku Dientot Lesbi

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com