Birahi Nafsu Seks Tinggi Ibu Kost

Birahi Nafsu Seks Tinggi Ibu Kost | Baron, seorang bujangan berumur 28 tahun yg saat ini sedang kebingungan. Pasalnya, panggilan pekerjaan dari sebuah perusahaan dimana dia melamar begitu mendadak. Dia bingung bagaimana harus mencari tempat tinggal secepat ini. Perusahaan dimana dia melamar terletak di luar kota, jangka waktu panggilan itu selama empat hari, dimana dia harus melakukan tes wawancara.

Akhirnya dia memaksa berangkat besoknya, dengan tujuan penginapanlah dimana dia harus tinggal. Dengan bekal yg cukup malah berlebih mungkin, sampailah dia di penginapan dimana perusahaan yg dia lamar terletak di kota itu juga.

Sudah 2 hari ini dia tinggal di penginapan itu, selama ini dia sudah mepersiapkan segala sesuatu yg dibutuhkan guna kelancaran dalam tes wawancara nanti. Sampai pada akhirnya, dia membaca di surat kabar, bahwa disitu tertulis menerima kos-kosan atau tempat tinggal yg permanen.

Kemudian dengan bergegas dia mendatangi alamat tersebut. Sampai pada akhirnya, sampailah dia di depan pintu rumah yg dimaksud itu. Perlahan Baron mengetuk pintu, nggak lama kemudian terdengar suara kunci terbuka diikuti dengan seorang perempuan tua yg muncul.

"Iya, ada perlu apa, Pak. ? " "Oh, begini. , tadi aku membaca surat kabar, disitu tertulis bahwa di rumah ini menyediakan kamar untuk tempat tinggal. " sahut Baron seketika.

"Oh, ya, memang benar, silakan masuk Pak, biar aku memanggil nyonya dulu, " perempuan tua itu mempersilakan Baron masuk. "Hm. , baik, terima kasih. " Sejenak kemudian Baron sudah duduk di kursi ruang tamu.

Tampak sekali keadaan ruang tamu yg sejuk dan asri. Baron memperhatikan sambil melamun. Tiba-tiba Baron dikejutkan oleh suara perempuan yg masuk ke ruang tamu. "Selamat siang, ada yg perlu aku bantu. ? " Terhenyak Baron dibuatnya, di depan dia sekarang berdiri seorang perempuan yg boleh dikatakan belum terlalu tua, umurnya sekitar 38 tahunan, cantik, anggun dan berwibawa.

"Oh. , eh. selamat siang, " Baron tergagap kemudian dia melanjutkan, "Begini Bu. " "Panggil aku Bu Sarah. , " tukas perempuan itu menyahut. "Hm. , o ya, Bu Sarah, tadi aku membaca surat kabar yg tertulis bahwa disini ada kamar untuk disewakan. " "Oh, ya. Hm. , siapa nama anda. ? " "Baron Bu, " sahut Baron seketika.

"Memang benar disini ada kamar disewakan, perlu diketahui oleh Nak Baron bahwa di rumah ini hanya ada tiga orang, yaitu, aku, anak aku yg masih sma dan pembantu perempuan yg tadi bicara sama Nak Baron, kami memang menyediakan satu kamar kosong untuk disewakan, selain agar kamar itu nggak kotor juga rumah ini biar tambah ramai penghuninya. " dengan singkat Bu Sarah menjelaskan semuanya.

"Hm, suami Ibu. ? " tanya Baron singkat. "Oh ya, aku dan suami aku sudah bercerai satu tahun yg lalu, " jawab Bu Sarah singkat. "Ooo, begitu ya, untuk masalah biayanya, berapa sewanya. ? " tanya Baron kemudian.

"Hm, begini, Nak Baron mau mengambil berapa bulan, biaya sewa sebulannya tujuh puluh ribu rupiah, " jawab Bu Sarah menerangkan. "Baiklah Bu Sarah, aku akan mengambil sewa untuk enam bulan, " kata Baron.

"Oke, tunggu sebentar, Ibu akan mengambil kuitansinya. " Akhirnya setelah mengemasi barang-barang di penginapan, tinggallah Baron disitu dengan Bu Sarah, Wilda anak Bu Sarah dan Bik Inah pembantu Bu Sarah.

Sudah satu bulan ini Baron tinggal sambil menunggu panggilan selanjutnya. Dan sudah satu bulan ini pula Baron punya keinginan yg aneh terhadap Bu Sarah. perempuan yg anggun, cantik dan berwibawa yg cukup lama hidup sendirian.

Baron nggak dapat membayangkan bagaimana mungkin perempuan yg masih kelihatan muda dari segi fisiknya itu dapat betah hidup sendirian. Bagaimana Bu Sarah menyalurkan hasrat seksualnya. Ingin sekali Baron bercinta dengan Bu Sarah.

Apalagi sering Baron ngeliat Bu Sarah memakai daster tipis yg menampilkan lekuk-lekuk tubuh Bu Sarah yg masih kelihatan kencang dan indah. Ingin sekali Baron menyentuhnya. "Aku harus bisa mendapatkannya. ! " gumam Baron suatu saat.

"aku harus mencari cara, " gumamnya lagi. Sampai pada suatu saat kemudian, yaitu pada saat malam Minggu, rumah kelihatan sepi, maklum saja, Wilda anak Bu Sarah tidur di tempat neneknya, Bik Inah balik ke kampung selama dua hari, katanya ada anaknya yg sakit.

Tinggallah Baron dan Bu Sarah sendirian di rumah. Tapi Baron sudah mempersiapkan cara bagaimana melampiaskan hasratnya terhadap Bu Sarah. Lama Baron di kamar, jam menunjukkan pukul delapan malam, dia ngeliat Bu Sarah menonton tv di ruang tengah sendirian.

Akhirnya setelah mantap, Baron pun keluar dari kamarnya menuju ke ruang tengah. "Selamat malam, Bu, boleh aku temani. ? " sejenak Baron berbasa-basi. "Oh, silakan Nak Baron. , " mempersilakan Bu Sarah kepada Baron.

"Ngomong-ngomong, nggak keluar nih Nak Baron, malam Minggu loh, masa di rumah terus, apa nggak bosan. ? " tanya Bu Sarah kemudian. "Ah, nggak Bu, lagian keluar kemana, biasanya juga malam Minggu di rumah saja, " jawab Baron sekenanya.

Lama mereka berdua terdiam sambil menikmati acara tv. "Oh, ya, Bu, boleh aku buatkan minum. ? " tanya Baron tiba-tiba. "Lho, nggak usah Nak Baron, kok repot-repot. , " "Ah, nggak apa-apa, sekali-kali aku yg buatkan minuman untuk Ibu, masak Ibu dan Bik Inah saja yg selalu membuatkan minuman untuk aku. " "Hm. , boleh kalau begitu, Ibu ingin minum teh saja, " kata Bu Sarah sambil tersenyum.

"Baiklah Bu, kalau begitu tunggu sebentar. " segera Baron bergegas ke dapur. nggak lama kemudian Baron sudah kembali sambil membawa nampan berisi dua teh dan sedikit makanan kecil di piring.

"Silakan Bu, diminum, mumpung masih hangat. ! " "Terima kasih, Nak Baron. " Akhirnya setelah sekian lama terdiam lagi, keliatan Bu Sarah sudah mulai mengantuk, nggak lama kemudian Bu Sarah sudah tertidur di kursi dengan keadaan memakai daster tipis yg menampilkan lekuk-lekuk tubuh dan toket nya yg indah.

Cerita Sex Birahi Nafsu Seks Tinggi Ibu Kost

Tersenyum Baron ngeliat nya. "Akhirnya aku berhasil, ternyata obat tidur yg kubeli di apotik siang tadi benar-benar manjur, obat ini akan bekerja untuk beberapa saat kemudian, " gumam Baron penuh kemenangan.

"Beruntung sekali tadi Bu Sarah mau kubuatkan teh, sehingga obat tidur itu dapat kucampur dengan teh yg diminum Bu Sarah, " gumamnya sekali lagi. Sejenak Baron memperhatikan Bu Sarah, tubuh yg pasrah yg siap dipermainkan oleh lelaki manapun.

Timbul gejolak kelelakian Baron yg normal tatkala ngeliat tubuh indah yg tergolek lemah itu. Diremas-remasnya dengan lembut toket yg montok itu bergantian kanan kiri sambil tangan yg satunya bergerilnya menyentuh paha sampai ke ujung paha.

Terdengar desahan perlahan dari mulut Bu Sarah, spontan Baron menarik kedua tangannya. "Mengapa harus gugup, Bu Sarah sudah terpengaruh obat tidur itu sampai beberapa saat nanti, " gumam Baron dalam hati.

Akhirnya tanpa pikir panjang lagi, Baron kemudian membopong tubuh Bu Sarah memasuki kamar Baron sendiri. Digeletakkan dengan perlahan tubuh yg indah di atas tempat tidur, sesaat kemudian Baron sudah mengunci kamar, lalu mengeluarkan tali yg memang sengaja dia simpan siang tadi di laci mejanya.

Nggak lama kemudian Baron sudah mengikat kedua tangan Bu Sarah di atas tempat tidur. ngeliat keadaan tubuh Bu Sarah yg telentang itu, nggak sabar Baron untuk melampiaskan hasratnya terhadap Bu Sarah.

"Malam ini aku akan menikmati tubuhmu yg indah itu Bu Sarah, " kata Baron dalam hati. Satu-persatu Baron melepaskan apa saja yg dipakai oleh Bu Sarah. Perlahan-lahan, mulai dari daster, bh, kemudian celana dalam, sampai akhirnya setelah semua terlepas, Baron menyingkirkannya ke lantai.

Tampak sekali sekarang Bu Sarah sudah dalam keadaan polos, telanjang bulat tanpa sehelai benang pun yg menutupi tubuhnya. Diamati oleh Baron mulai dari wajah yg cantik, toket yg montok menyembul indah, perut yg ramping, dan terakhir paha yg mulus dan putih dengan gundukan daging di pangkal paha yg tertutup oleh rimbunnya rambut.

Sesaat kemudian Baron sudah menciumi tubuh Bu Sarah mulai dari kaki, pelan-pelan naik ke paha, kemudian berlanjut ke perut dan terakhir ciuman Baron mendarat di toket Bu Sarah. Sesekali terdengar desahan kecil dari mulut Bu Sarah, tapi Baron nggak memperdulikannya.

Diciumi dan diremas-remas kedua toket yg indah itu dengan mulut dan kedua tangan Baron. Puting merah jambu yg menonjol indah itu juga nggak lepas dari serangan-serangan Baron. Dikulum-kulum kedua puting itu dengan mulutnya dengan perasaan dan gairah birahi yg sudah memuncak.

Setelah puas Baron melakukan itu semua, perlahan-lahan dia bangkit dari tempat tidur. Satu-persatu Baron melepas pakaian yg melekat di badannya, akhirnya keadaan Baron sudah nggak beda dengan keadaan Bu Sarah, telanjang bulat, polos, tanpa ada sehelai benang pun yg menutupi tubuhnya.

Tampak kontol Baron yg sudah mengencang hebat siap dihunjamkan ke dalam memek Bu Sarah. Tersenyum Baron ngeliat rudalnya yg panjang dan besar, bangga sekali dia mempunyai rudal dengan bentuk begitu.

Perlahan-lahan Baron kembali naik ke tempat tidur dengan posisi telungkup menindih tubuh Bu Sarah yg telanjang itu, kemudian dia memegang rudalnya dan pelan-pelan memasukkannya ke dalam memek Bu Sarah.

Baron merasakan memek yg masih rapat karena sudah setahun nggak pernah tersentuh oleh laki-laki. Akhirnya setelah sekian lama, rudal Baron sudah masuk semuanya ke dalam memek Bu Sarah. Ketika Baron menghunjamkan rudalnya ke dalam memek Bu Sarah sampai masuk semua, terdengar rintihan kecil Bu Sarah, "Ah. , ah. , ah. ! " Tapi Baron nggak menghiraukannya, dia lalu menggerakkan kedua pantatnya maju munjur dengan teratur, pelan-pelan tapi pasti.

"Slep. , slep. , slep. , " terdengar setiap kali ketika Baron melakukan aktivitasnya itu, diikuti dengan bunyi tempat tidur yg berderit-derit. "Uh. , oh. , uh. , oh. , " sesekali Baron mengeluh kecil, sambil tangannya terus meremas-remas kedua toket Bu Sarah yg montok itu.


Cerita seks Birahi Nafsu Seks Tinggi Ibu Kost
  • Lama Baron melakukan aktivitasnya itu, dirasakannya betapa masih kencangnya dan rapatnya memek Bu Sarah. Akhirnya Baron merasakan tubuhnya mengejang hebat, merapatkan rudalnya semakin dalam ke memek Bu Sarah. "Ser. , ser. , ser. , " Baron merasakan cairan yg keluar dari ujung kontol nya mengalir ke dalam memek Bu Sarah.
  • "Oh. ah. oh. Bu Sarah. , oh. ! " terdengar keluhan panjang dari mulut Baron. Setelah itu Baron merasakan tubuhnya yg lelah sekali, kemudian dia membaringkan tubuhnya di samping tubuh Bu Sarah dengan posisi memeluk tubuh Bu Sarah yg telah dinikmatinya itu.
  • Lama Baron dalam posisi itu sampai pada akhirnya dia dikejutkan oleh gerakan tubuh Bu Sarah yg sudah mulai siuman. Secara reflek, Baron bangkit dari tempat tidurnya menuju ke arah saklar lampu dan mematikannya.
  • Tertegun Baron berdiri di samping tempat tidur dalam kamar yg sudah dalam keadaan gelap gulita itu. Sesaat kemudian terdengar suara Bu Sarah. "Oh, dimana aku, mengapa gelap sekali. ? " Sebentar kemudian suasana menjadi hening.
  • "Dan, mengapa tanganku diikat, dan, oh. , tubuhku juga telanjang, kemana pakaianku, apa yg terjadi. ? " terdengar suara Bu Sarah pelan dan serak. Suasana hening agak lama. Baron nggak tahu apa yg harus dilakukannya.
  • Dia diam saja. Terdengar lagi suara Bu Sarah mengeluh, "Oh. , tolonglah aku. ! Apa yg terjadi padaku, mengapa aku bisa dalam keadaan begini, siapa yg melakukan ini terhadapku. ? " keluh Bu Sarah.
  • Akhirnya timbul kejantanan dalam diri Baron, bagaimanapun setelah apa yg dia lakukan terhadap Bu Sarah, Baron harus berterus terang mengatakannya semuanya. "Ini aku. , " gumam Baron lirih. "Siapa, kamukah Yodi. ? Mengapa kamu kembali lagi padaku. ? " sahut Bu Sarah agak keras.
"Bukan, ini aku Bu. , Baron. , " Baron berterus terang. "Baron. ! " kaget Bu Sarah mendengarnya. "Apa yg kamu lakukan pada Ibu, Baron. ? Bicaralah. ! Mengapa Ibu kamu perlakukan seperti ini. ? " tanya Bu Sarah kemudian.

Kemudian Baron bercerita mulai dari awal sampai akhir, bagaimana mula-mula dia tertarik pada Bu Sarah, sampai pada keheranannya bagaimana juga Bu Sarah dapat hidup sendiri selama setahun tanpa ada laki-laki yg dapat memuaskan hasrat birahi Bu Sarah.

Juga nggak lupa Baron menceritakan semua yg dia lakukan terhadap Bu Sarah selama Bu Sarah nggak sadar karena pengaruh obat tidur. Tertegun Bu Sarah mendengar semua perkataan Baron. Lama mereka terdiam, tapi terdengar Bu Sarah bicara lagi.

"Baron. , Baron. , Ibu memang menginginkan laki-laki yg bisa memuaskan hasrat birahi Ibu, tapi bukan begini caranya, mengapa kamu nggak berterus-terang pada Ibu sejak dulu, kalaupun kamu berterus terang meminta kepada Ibu, pasti Ibu akan memberikannya kepadamu, karena Ibu juga merasakan bagaimana nggak enaknya hidup sendiri tanpa laki-laki. " "Terus terang aku malu Bu, aku malu kalau Ibu menolak aku. " "Tapi senggaknya kan, berterus terang itu lebih sopan dan terhormat daripada harus memperlakukan Ibu seperti ini. " "aku tahu Bu, aku salah, aku siap menerima sanksi apapun, aku siap diusir dari rumah ini atau apa saja. " "Oh, nggak Baron, bagaimanapun kamu telah melakukannya semua terhadap Ibu. Sekarang Ibu nggak lagi terpengaruh oleh obat tidur itu lagi, Ibu ingin kamu melakukannya lagi terhadap Ibu apa yg kamu perbuat tadi, Ibu juga menginginkannya Baron nggak hanya kamu saja. " "Benar Bu. ? " tanya Baron kaget.

"Benar Baron, sekarang nyalakanlah lampunya, biar Ibu bisa ngeliat mu seutuhnya, " pinta Bu Sarah kemudian. Tanpa pikir panjang lagi, Baron segera menyalakan lampu yg sejak tadi padam. Sekarang keliatan lah kedua tubuh mereka yg sama-sama polos, dan telanjang bulat dengan posisi Bu Sarah terikat tangannya.

"Oh Baron, tubuhmu begitu atletis. Kemarilah, nikmatilah tubuh Ibu, Ibu menginginkannya Baron. ! Ibu ingin kamu memuaskan hasrat birahi Ibu yg selama ini Ibu pendam, Ibu ingin malam ini Ibu benar-benar terpuaskan. " Perlahan Baron mendekati Bu Sarah, diperhatikan wajah yg tambah cantik itu karena memang kondisi Bu Sarah yg sudah tersadar, beda dengan tadi ketika Bu Sarah masih nggak sadarkan diri.

Diusap-usapnya dengan lembut tubuh Bu Sarah yg polos dan indah itu, mulai dari paha, perut, sampai toket. Terdengar suara Bu Sarah menggelinjang keenakan. "Terus. , Baron. , ah. terus. ! " keliatan tubuh Bu Sarah bergerak-gerak dengan lembut mengikuti sentuhan tangan Baron.

"Tapi, Baron, Ibu nggak ingin dalam keadaan begini, Ibu ingin kamu melepas tali pengikat tangan Ibu, biar Ibu bisa menyentuh tubuhmu juga. ! " pinta Ibu Sarah memelas. "Baiklah Bu. " Sedetik kemudian Baron sudah melepaskan ikatan tali di tangan Bu Sarah.

Setelah itu Baron duduk di pinggir tempat tidur sambil kedua tangannya terus mengusap-usap dan meremas-remas perut dan toket Bu Sarah. "Nah, begini kan enak. , " kata Bu Sarah.

Sesaat kemudian ganti tangan Bu Sarah yg meremas-remas dan menarik maju mundur kontol Baron, nggak lama kemudian kontol Baron yg diremas-remas oleh Bu Sarah mulai mengencang dan mengeras. Benar-benar hebat si Baron ini, dimana tadi kontol nya sudah terpakai sekarang mengeras lagi.

Benar-benar hyper dia. "Oh. , Baron, kontol mu begitu keras dan kencang, begitu panjang dan besar, ingin Ibu memasukkannya ke dalam memek Ibu. " kata Bu Sarah lirih sambil terus mempermainkan kontol Baron yg sudah membesar itu.

Diperlakukan sedemikian rupa, Baron hanya dapat mendesah-desah menahan keenakan. "Bu Sarah, oh Bu Sarah, terus Bu Sarah. ! " pinta Baron memelas. Semakin hebat permainan seks yg mereka lakukan berdua, semakin hot, terdengar desahan-desahan dan rintihan-rintihan kecil yg keluar dari mulut mereka berdua.

"Oh Baron, naiklah ke atas tempat tidur, naiklah ke atas tubuhku, luapkan hasratmu, puaskan diriku, berikanlah kenikmatanmu pada Ibu. ! Ibu sudah tak tahan lagi, ibu sudah tak sabar lagi. " desis Bu Sarah memelas dan memohon.

Sesaat kemudian Baron sudah naik ke atas tempat tidur, langsung menindih tubuh Bu Sarah yg telanjang itu, sambil terus menciumi dan meremas-remas toket Bu Sarah yg indah itu. "Oh, ah, oh, ah. , Baron oh. ! " nggak ada kata yg lain yg dapat diucapkan Bu Sarah yg selain merintih dan mendesah-desah, begitu juga dengan Baron yg hanya dapat mendesis dan mendesah, sambil menggosok-gosokkan kontol nya di atas permukaan memek Bu Sarah.

Reflek Bu Sarah memeluk erat-erat tubuh Baron sambil sesekali mengusap-usap punggung Baron. Sampai suatu ketika, tangan Bu Sarah memegang kontol Baron dan memasukkannya ke dalam memek nya. Pelan dan pasti Baron mulai memasukkan kontol nya ke dalam memek Bu Sarah, sambil kedua kakinya bergerak menggeser kedua kaki Bu Sarah agar merenggang dan nggak merapat, lalu menjepit kedua kaki Bu Sarah dengan kedua kakinya untuk terus telentang.

Akhirnya setelah sekian lama berusaha, karena memang tadi Baron sudah memasukkan kontol nya ke dalam memek Bu Sarah, sekarang agak gampang Baron menembusnya, Baron sudah berhasil memasukkan seluruh batang kontol nya ke dalam memek Bu Sarah.

Kemudian dengan reflek Baron menggerakkan kedua pantatnya maju mundur teru-menerus sambil menghunjamkan kontol nya ke dalam memek Bu Sarah. "Slep. , slep. , slep. , " terdengar ketika Baron melakukan aktivitasnya itu.

Tampak tubuh Bu Sarah bergerak menggelinjang keenakan sambil terus menggoyang-goyangkan pantatnya mengikuti irama gerakan pantat Baron. "Ah. , ah. , oh. Baron. , jangan lepaskan, teruskan, teruskan, jangan berhenti Baron, oh. , oh. ! " terdengar rintihan dan desahan nafas Bu Sarah yg keenakan.

Lama Baron melakukan aktivirasnya itu, menarik dan memasukkan kontol nya terus-menerus ke dalam memek Bu Sarah. Sambil mulutnya terus menciumi dan mengulum kedua puting toket Bu Sarah. "Oh. , ah. Bu Sarah, oh. , kamu memang cantik Bu Sarah, akan kulakukan apa saja untuk bisa memuaskan hasrat birahi nafsu seks mu, ih. , oh. ! " desis Baron keenakan.

Birahi Nafsu Seks Tinggi Ibu Kost cerita sex hot, Birahi Nafsu Seks Tinggi Ibu Kost tante gatel seks, cerita dewasa bokep Birahi Nafsu Seks Tinggi Ibu Kost
Birahi Nafsu Seks Tinggi Ibu Kost

"Oh. , Baron. , bahagiakanlah Ibu malam ini dan seterusnya, oh Baron. , Ibu sudah tak tahan lagi, oh. , ah. ! " Semakin cepat gerakan Baron menarik dan memasukkan kontol nya ke dalam memek Bu Sarah, semakin hebat pula goyangan pantat Bu Sarah mengikuti irama permainan Baron, sambil tubuhnya terus menggelinjang bergerak-gerak nggak beraturan.

Semakin panas permainan seks mereka berdua, sampai akhirnya Bu Sarah merintih, "Oh. , ah. , Baron. , Ibu sudah tak tahan lagi, Ibu sudah tak kuat lagi, Ibu mau keluar, oh Baron. , kamu memang perkasa. ! " "Keluarkan Bu. ! Keluarkanlah. ! Puaskan diri Ibu. ! Puaskan hasrat Ibu sampai ke puncaknya. ! " desis Baron menimpali.

"Mari kita keluarkan bersama-sama Bu Sarah. ! Oh, aku juga sudah tak tahan lagi, " desis Baron kemudian. Setelah berkata begitu, Baron menambah entotan nya terhadap Bu Sarah, terus-menerus tanpa henti, semakin cepat, semakin panas, keliatan sekali kedua tubuh yg basah oleh keringat dan telanjang itu menyatu begitu serasi dengan posisi tubuh Baron menindih tubuh Bu Sarah.

Sampai akhirnya Baron merasakan tubuhnya mengejang hebat, begitu pula dengan tubuh Bu Sarah. Keduanya saling merapatkan tubuhnya masing-masing lebih dalam, seakan-akan nggak ada yg memisahkannya. "Ser. , ser. , ser. ! " terasa keluar cairan kenikmatan keluar dari ujung kontol Baron mengalir ke dalam memek Bu Sarah, begitu nikmat seakan-akan seperti terbang ke langit ke tujuh, begitu pula dengan tubuh Bu Sarah seakan-akan melayang-layang tanpa henti di udara menikmati kepuasan yg diberikan oleh Baron.

Sampai akhirnya mereka berdua berhenti karena merasa kelelahan yg amat sangat setelah bercinta begitu hebat. Sejenak kemudian, masih dengan posisi yg saling menindih, terpancar senyum kepuasan dari mulut Bu Sarah.

"Baron, terima kasih atas apa yg telah kau berikan pada Ibu. , " kata Bu Sarah sambil tangannya mengelus-elus rambut Baron. "Sama-sama Bu, aku juga puas karena sudah membuat Ibu berhasil memuaskan hasrat birahi Ibu, " sahut Baron dengan posisi menyandarkan kepalanya di atas dada Bu Sarah.

Suasana yg begitu mesra. "Selama disini, mulai malam ini dan seterusnya, Ibu ingin kamu selalu memberi kepuasan birahi Ibu. ! " pinta Ibu Sarah. "aku berjanji Bu, aku akan selalu memberikan yg terbaik bagi Ibu. , " kata Baron kemudian.

"Ah, kamu bisa saja, " tersungging senyum di bibir Bu Sarah. "Tapi, ngomong-ngomong bagaimana dengan Wilda dan Bik Inah. ? " tanya Baron. "Lho, kita kan bisa mencari waktu yg tepat. Disaat Wilda berangkat sekolah juga bisa, dan Bik Inah di dapur. Di saat keduanya tidur pun kita bisa melakukannya. Pokoknya setiap saat dan setiap waktu. ! " jawab Bu Sarah manja sambil tangannya mengusap-usap punggung Baron.

Sejenak Baron memandang wajah Bu Sarah, sesaat kemudian keduanya sama-sama tertawa kecil. Akhirnya apa yg mereka pendam berdua terlampiaskan sudah. Sambil dengan keadaan yg masih telanjang dan posisi saling merangkul mesra, mereka akhirnya tertidur kelelahan.

Birahi Nafsu Seks Tinggi Ibu Kost
Birahi Nafsu Seks Tinggi Ibu Kost, cerita seks , Birahi Nafsu Seks Tinggi Ibu Kost cerita sex hot, Birahi Nafsu Seks Tinggi Ibu Kost tante gatel seks, cerita dewasa bokep Birahi Nafsu Seks Tinggi Ibu Kost, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Birahi Nafsu Seks Tinggi Ibu Kost

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com