Grepe Grepe Kakak Kandung Gersang

Grepe Grepe Kakak Kandung Gersang | Kisah ini berawal sewaktu saya masih kuliah di Kota m. Awalnya saya tinggal sendiri di kost, disuatu tempat yg agak jauh dari kampus tempat saya kuliah, karena hanya ditempat itu saya mendapatkan rumah kost yg relatif lebih murah dari tempat yg lain.

Setelah kuliah selama hampir setahun, saya berlibur kembali ke kota kelahiranku. Selama liburan tersebut, saya dikenalkan oleh keluargaku denngan salah seorang saudara sepupuku yg ternyata juga tinggal di Kota m tempat saya kuliah.

Namun karena tidak saling kenal baik, walaupun masih saudara dekat, kita saling tidak mengetahui kalau kita berada satu kota selama ini. Saudara sepupu ini, sebut saja Kak Tiarna, sebelum menikah denngan Mas Bryan, lahir dan besar di kota Jakarta bersama orang tuanya, keluarga Tante Fannia.

Selama 2 tahun pernikahannya dan menetap di kota m, Kak Tiarna belum dikaruniai anak, mungkin disebabkan karena kesibukan mereka berdua, Kak Tiarna yg seorang karyawan bank swasta, dan Mas Bryan yg seorang dosen.

Saat perkenalan itu, Tiarna telah berusia 26 tahun, 5 tahun lebih tua dariku dan Mas Bryan berusia 34 Tahun. Keberadaan Kak Tiarna di kota kelahiranku dalam rangka mengunjungi kakek dan neneknya, yg juga masih saudara denngan nenekku.

Selama liburan kita, saya lebih banyak menemani Tiarna keliling kota dan antar jemput mengunjungi keluarga yg lain, Mas Bryan tidak datang menemani berlibur. "Dik Rikko rencana balik ke Kota m, kapan? " Tanya Kak Tiarna sewaktu saya mengantarnya pulang kerumah neneknya, dari belakang sadel boncengan motor milik kakakku.

"Mungkin seminggu lagi. " Jawabku sambil mencoba merasakan sentuhan toket nya dipunggungku. Perlu pembaca ketahui, denngan tinggi sekitar 168 cm dan berat ideal, ukuran dada 36A denngan wajah cantik dan manis dan kulit putih mulus yg ditumbuhi bulu-bulu halus sensasional, membuat saya tidak merasa bosan dan capek menemani Kak Tiarna keliling kota dan mengantarnya menemani kemana saja dia pergi.

"Kalau begitu, pulangnya denngan saya saja, ya? ! " Katanya seperti berbisik ditelingaku karena derasnya angin karena laju kendaraan. "Terserah kakak aja deh. " kataku menyepakati 'perjanjian' itu. Seminggu setelah itu, kita pun berangkat pulang bersama naik kapal laut ke Kota m selama satu hari satu malam perjalanan.

Rencananya, setiba di Kota m, saya akan diperkenalkan ke husband nya dan sekalian mengajak saya tinggal bersama mereka (selama ini mereka hanya tinggal berdua di kompleks perumahan), karena rumah mereka masih cukup besar untuk ditempati hanya berdua saja.

Singkat cerita, saya pun diperkenalkan ke Mas Bryan yg mau menerimaku denngan senang hati dan saya pun mengemasi semua barangku dari tempat kostku ke rumah mereka. Dan disinilah awalnya cerita petualangan seksku denngan Kak Tiarna.

Sebagai wanita cantik dan menarik, saya pikir semua lelaki akan terpesona oleh daya tarik sensual saudara sepupuku ini. Akupun merasakannya sejak pertama kenalan, menemaninya selama liburan berkeliling kota, dan terlebih selama perjalanan denngan kapal laut kembali ke Kota m.

Masih teringat waktu pertama kali berjabatan tangan, denngan senyum manisnya dia memperkenalkan diri. Wajahnya mirip denngan salah satu penyiar acara kriminal di sctv. saya merasakan sentuhan lembut jemarinya waktu saya memegang tangannya, sentuhan sensasional di kulitku ketika bersentuhan denngan tangannya yg ditumbuhi bulu-bulu halus, aroma tubuh dan rambutnya waktu berjalan berdampingan, juga hembusan nafasnya kalau berbicara padaku yg kadang-kadang terlalu dekat denngan wajahku.

Pokoknya semua sensasi yg dimilikinya membuat saya berdebar dan membuat saya konak. saya tak tahu (pada waktu itu) apakah hal itu disengaja atau tidak (setelah beberapa tahun saya tahu ternyata itu dia sengaja untuk memancing responku menurut pengakuannya! ), yg jelas selama liburan, saya belum berani menunjukkan reaksiku.

Nanti setelah kejadian di atas kapal laut yg membawa kita ke Kota m, baru saya berani menunjukkan 'keberanianku' pada Kak Tiarna, walau denngan jantung dag dig dug. Diatas kapal laut yg sesak karena penumpang yg banyak, kita mendapatkan tempat yg lumayan ' strategis' , walaupun itu bukan tempat yg telah kita bayar untuk perjalanan kita.

Bersama denngan beberapa penumpang lain (yg agak lanjut usia denngan kebanyakan wanita), kita menempati sebuah sudut ruang kapal yg agak panas, hal itu membuat kita kegerahan. Menjelang tidur malam, Tiarna denngan memakai kemeja yg didalamnya dilapisi kaos oblong tanpa lengan denngan celana jeans, keliatan mulai mengatur tempat untuk tidur disudut merapat kedinding ruang, sedangkan saya denngan kaos oblong juga dan celana pendek selutut berada diantara Kak Tiarna denngan penumpang lain.

Sebelum tidur, Kak Tiarna membaca sebuah majalah dan saya mengisi tts. setelah membaca majalah, Kak Tiarna sudah tak tahan lagi kantuknya dan tertidur, sedangkan saya melanjutkan mengisi tts dan membaca majalah.

Tak lama sesudahnya, lampu di ruangan itu dipadamkan, mungkin karena penumpang lainpun sudah ingin memjamkan mata, walaupun masih ada lampu yg menyala di tengah ruangan tapi tidak cukup untuk menerangi tempat saya membaca majalah, akupun bersandar sambil duduk berusaha untuk tidur.

Tapi karena udara yg agak panas dan menggerahkan, mataku susah terpejam. Kak Tiarna pun bangun dan melepas kemejanya (tinggal kaos oblong) dan kemejanya itu dipakai untuk menyelimuti badannya sambil tidur.

Sewaktu Kak Tiarna melepas kemejanya, denngan jarak sekitar 15 cm dari hidungku, saya bisa merasakan aroma tubuhnya yg terpancar dari ketiaknya sewaktu lengannya bergerak melepas kemejanya. Aroma itu campuran aroma keringat dan sisa parfumnya, dan itu membuatku benar-benar melayang.

Membayangkan aroma tubuh yg sensasional seperti itu. Dan diketiaknya yg putih, saya sempat ngeliat secara samar rambut halus hitam yg semakin membuatku ingin merasakan langsung aroma ketiaknya. Hmm. tak sadar saya memperbaiki posisi 'junior' di celana pendekku, dan hal itu keliatan oleh Kak Tiarna.

"Belum tidur, rick? " Tanyanya berbisik sebelum berbaring di sampingku. "Belum nih, duluan aja! " Jawabku sambil menatap matanya. Tiarna pun akhirnya berbaring denngan memiringkan badannya ke arahku, sehingga kepalanya denngan pahaku hanya berjarak sekian centi.

Akupun terus berusaha tidur sambil duduk karena mataku belum mau terpejam. Hembusan nafasnya terasa menggelitik paha kiriku bagian luar, dan mungkin saja Tiarna tahu kalau kontol ku lagi tegang karena celana pendekku di sekitar kontol ku agak menonjol berdiri.

Setelah capek duduk dan mataku terasa muali berat denngan angin laut yg mulai bertiup sepoi-sepoi, akupun berbaring di sisi Kak Tiarna. Saat saya mengambil posisi baring, Tiarna memberiku sedikit ruang sambil mengangkat lengan kanannya, dan lagi-lagi tercium aroma tubuh yg makin membuatku tegang.

Walaupun saya masih berbaring terlentang dan Tiarna sedikit condong ke arahku, saya bisa merasakan bahwa kepalaku tepat berada di bawah ketiaknya karena saya merasakan lengan Kak Tiarna ada diatas kepalaku.

Kantukku pun hilang karena 'posisi' yg menguntungkan ini, saya sisa mengarahkan mukaku ke arah Tiarna dan ketiaknya sudah pasti ada di mukaku. saya coba untuk diam, namun rangsangan yg timbul dari aroma tubuh Kak Tiarna yg perlahan mulai tercium membuat saya gelisah.

Lama setelah itu, sewaktu saya merasakan nafas Tiarna yg beraturan menerpa wajahku, baru saya perlahan-lahan mengarahkan wajahku ke bawah ketiaknya dan. Hmm aroma itu benar-benar membuat saya makin tak beraturan untuk bernafas, antara rasa senang, takut Kak Tiarna marah dan rangsangan yg terus membuat jantungku berdebar.

Denngan jarak cuman sekita 3-4 cm antara hidungku dan ketiak putih itu, Kak Tiarna pasti bisa merasakan kegelisahanku, tapi mungkin dia sudah nyenyak sampai tidak merasakan hembusan nafas dan sentuhan ujung lidahku diketiaknya.

Ketika saya sudah tak tahan lagi, denngan jantung berdegup kencang, perlahan saya mengambil jaket tebalku untuk menutupi celanaku yg semakin menonjol karena desakan kontol ku (+15 cm) sambil memiringkan badan ke arah Kak Tiarna sehingga kontol ku merapat di paha Kak Tiarna yg berbalut jeans denngan hidungku dan bibirku yg telah menempel di ketiaknya.

Saya mencoba menahan nafasku yg memburu sambil melanjutkan jilatanku yg makin berani ke arah pangkal toket nya. Semua itu saya lakukan denngan sangat hati-hati, takut membangunkan Kak Tiarna dan dia nampaknya masih seperti semula denngan nafas yg masih beraturan.

Denngan perlahan saya membuka kancing tarik celanaku, meyampingkan cd ku lalu kutarik kontol yg sudah sangat tegang keluar. Meski hanya kepala kontol dan sebagian batangnya yg bisa keluar dari celanaku, saya elus-eluskan di paha Kak Tiarna sampai saya merasa ada cairan bening keluar(bukan peju yg kental) dan menempel di celana jeansnya.

Mungkin saya akan terus menggesek-gesekkan kepala kontol ku sampai saya ejakulasi, kalau saja Kak Tiarna tidak bergerak sedikit menjauh dari tubuhku. Kejadian itu berakhir sampai disitu, dan sewaktu bangun, Kak Tiarna tidak bicara soal tersebut, cuma ada sedikit ada rasa canggung diantara kita, sampai kita turun dari kapal dan tiba di rumah.

Sejak tinggal bersama Kak Tiarna dan husband nya, saya mencoba untuk menjadi adik yg baik, saya coba membuang semua pikiran jorok di kepalaku tentang Kak Tiarna dan mencoba menghindari Kak Tiarna denngan banyak beraktivitas di kampus atau di luar rumah.

Sampai suatu saat, Mas Bryan mengambil Tugas Belajar ke Filipina selama 1 tahun. Empat bulan setelah tinggal di rumah Kak Tiarna, Mas Bryan berencana akan berangkat ke Filipina, dan selama itu saya mencoba menjaga jarak denngan Kak Tiarna walaupun dia tetap baik dan ramah kepadaku.

Kalau tidak ada kegiatan di kampus atau ditempat lain, saya banyak berkurung diri di kamar, dan kamipun bertiga cukup sibuk denngan urusan masing-masing, sehingga hanya waktu-waktu tertentu saja (Sabtu/Minggu) baru ketemu atau kumpul bersama.

Cerita Sex Grepe Grepe Kakak Kandung Gersang

Usahaku untuk menghindari berdekatan denngan Kak Tiarna adalah untuk membantu menghilangkan pesona sensualitasnya yg sering saya rasakan kalau berada dekatnya. Dan hal ini juga didukung karena Kak Tiarna sering berangkat pagi dan pulang kerja sore (saya biasanya yg paling akhir meninggalkan rumah) dan paling lambat tiba di rumah.

Satu-satunya yg paling sering menggodakau adalah pakaian-pakain kotor(terutama pakaian dalam Kak Tiarna) yg baru habis dipakainya, yg ditumpuk dalam keranjang pakaian didekat kamar mandi. Sering kali saat bangun pagi jam 08.

00 (kuliah agak siang) saya 'memeriksa' pakaian-pakaian tersebut (saat mereka telah berangkat kerja). saya sering mendapati pakaian kerjanya yg kemarin dan pakaian tidurnya semalam masih menyisakan aroma tubuh dan parfumnya, terlebih lagi celana dalamnya menyisakan cairan memek nya yg harum (belakangan saya tahu memek nya memang harum saat saya mengoralnya) dan sering saya ciumin dan jilati sambil beronani.

Karena fantasi tersebut akan sampai sering menumpahkan peju ku di celana dalamnya atau pakaian kerjanya (tiap Sabtu baru di cuci), dan sewaktu pertama kali memuncratkan peju ku di cd nya.

Saya takut Kak Tiarna tahu dan memarahiku. Tapi sewaktu dia mencucinya pada hari Sabtu. dia sepertinya tidak tahu atau pura-pura tidak tahu kalau peju ku sudah bercampur denngan sisa-sisa cairan memek nya (kadang cairan memek nya masih basah).

Dan setelah Mas Bryan memberi tahu rencananya untuk ke Filipina dan menyuruhku untuk menjaga Kak Tiarna dan rumah saya semakin. akhh. berdebar-debar. Inilah awal yg menjadikan saya tahu kalau Kak Tiarna ternyata memiliki hasrat dan gairah seks yg tinggi serta mengajariku fantasi-fantasi bercinta.

Hubungan kita ini telah berlangsung sampai 8 tahun dan kita sepertinya orang yg masih pacaran walaupun dia telah berhusband. Dan satu hal lagi, adalah kesukaanku mengintip aktivitas Kak Tiarna bila berada dirumah.

Kalau malam hari saat tidur denngan husband nya, saya sering mendengar erangan-erangan bercinta mereka. Bahkan saya pernah onani didepan kamarnya yg saya buka sedikit pintunya dan saya ngeliat Kak Tiarna lagi tidur dikamarnya denngan pakaian tipis dan seksi(saat itu husband nya belum pulang dari kantornya).

Dan berapa kali kejadian-kejadian tak terduga yg membuat saya sakit kepala bila membayangkannya. karena ingin segera merasakan bercinta denngan Kak Tiarna. Tiba saatnya Mas Bryan berangkat ke Filipina, saya dan Kak Tiarna mengantarnya ke bandara dan Kak Tiarna langsung berangkat ke kantornya, sedangkan saya balik ke rumah karena hari itu saya tidak ada perkuliahan atau kegiatan lainnya di luar rumah.

Setiba dirumah, saya langsung memeriksa keranjang tempat pakaian kotor Kak Tiarna. Disitu saya mendapati beberapa potong celana dalam dan bh Kak Tiarna dan daster yg dipakainya semalam. Seperti biasa, saya mulai menciumi cd Kak Tiarna yg meninggalkan sedikit cairan memek nya sambil mulai membayangkan saya menciumi memek Kak Tiarna sambil mulai beronani.

Saya buka semua pakaianku dan memakai cd Kak Tiarna yg lain sambil meremas-remas kontol ku di dalam cd Kak Tiarna. Ketika asyik beronani, tiba-tiba telepon berdering, ternyata dari Kak Tiarna yg menanyakan apakah saya telah tiba dirumah atau belum.

Saya berusaha untuk mengajak Kak Tiarna bicara lama di telepon sambil terus meremas kontol ku dan membayangkan sedang bercinta dengannya. Suaraku kedengaran parau karena rangsangan yg timbul dan saya berusaha mengajak bercanda Kak Tiarna: "Jam berapa baliknya nanti Kak Tiarna? " Tanyaku, "Seperti biasalah, kenapa emang? !. kangen ya sama saya? " Balasnya bercanda, "Nggak kok, cuman mau menjalankan tugas denngan baik, menjaga dan mengantar jemput kakak! " Jawabku denngan suara gugup karena saya semakin terangsang mendengar suara lembut Kak Tiarna.

"Kamu kenapa?. kok suaramu parau begitu? ! " saya cuma menjawab, "Masih ngantuk nih, habis bangun pagi-pagi ngantarin Mas Bryan! " Jawabku bohong dan. "Akhh. " saya mencapai klimaks "Udahan dong, saya mau tidur lagi. nanti aja saya jemput! " kataku kelelahan karena karena peju ku telah terumpah di cd Kak Tiarna.

"Ya deh, saya tunggu. awas kalau nggak jemput! " Katanya mengakhiri pembicaraan kita. saya pun menyimpan kembali cd Kak Tiarna di keranjang dan saya benar-benar puas onani kali ini karena baru kali ini saya onani disertai denngan mengobrol denngan Kak Tiarna walaupun hanya ditelepon.

Setelah kejadian itu, selama dua minggu pertama keberangkatan husband nya ke luar negeri tidak ada kejadian istimewa yg terjadi. saya hanya sesekali onani, karena saya sering berada di luar rumah (kalau sore atau malam baru balik ke rumah) dan mengantar jemput Kak Tiarna kalau saya tidak ada kegiatan.

Setelah mengantar atau menjemput Kak Tiarna, saya biasanya melanjutkan kegiatanku di kampus atau di luar rumah, dan kalau balik kerumah saya sering mendapati Kak Tiarna telah tidur di dalam kamarnya sehingga kita tidak sempat ngobrol.

Sampai pada suatu malam, ketika saya pulang dari kegiatan denngan teman-teman kampusku selama tiga hari (praktis saya tidak bisa menemani dan bertemu Kak Tiarna) di luar kota. Setelah menyimpan motor di garasi samping rumah, saya lihat lampu ruang tengah masih menyala dan Kak Tiarna menonton acara tv sambil tiduran di sofa.

Rasa kangen makin menjadi-jadi setelah tiga hari tak bertemu dan ngeliat Kak Tiarna mengenakan dasternya yg menurutku sangat seksi. Dasternya berwarna kuning tua (serasi denngan kulitnya yg mulus) denngan lengan yg agak pendek denngan lubang lengan yg agak besar sehingga saya bisa ngeliat tali bh nya yg berwarna putih dari ketiaknya.

Saya memeluk ringan (sudah biasa) dan kali ini saya sedikit nakal denngan memberi ciuman tipis di telinganya (saya belum berani sun bibir). "Baik-baik aja kan kak? ! " sapaku sambil merapat ke tubuhnya sambil memegang bahunya.

"Iya nih. cuman agak kesepian sendiri! " Jawabnya sambil tersenyum manis. "Kan Mas Bryan baru dua minggu lebih perginya. ? ! " Kataku menggoda "Ihh. kamu bisa aja. awas ya saya laporin ke Mas. kalau kamu nggak jagain saya selama tiga hari! " Jawabnya sambil mengancam dan mencubit pinggangku.

"Kan cuman tiga hari. tapi nggak lagi kok. sudah selesai kegiatannya" kataku mencoba menetralisir suasana yg sudah mulai membuat saya ngeres. "Ok deh. tapi mandi sana, bau tuh. ! " katanya mengejek saya.


Cerita seks Grepe Grepe Kakak Kandung Gersang
  • Saya pun mandi dan mengisi perut yg sudah dari tadi minta diisi. Sambil makan, saya membayangkan bagaimana rasanya kalau saya bercinta dengannya malam ini. Membayangkan itu, saya makin tambah gelisah dan saya cepat-cepat menghabiskan makananku dan menemani Kak Tiarna menonton acara tv.
  • Denngan memakai kaos oblong dan celana karet pendek, saya menemani Kak Tiarna menonton sambil duduk dikarpet dan bersandar di sofa tepat disamping Kak Tiarna. Sambil menonton, kita bercerita apa saja, dan tak lama kemudian, Ka Tiarna berdiri dan berjalan ke kamar mandi ingin buang air.
  • Sewaktu melewatiku, dasternya terlihat transparan walaupun sekilas, dan saya sempat juga mencium aroma tubuhnya yg wangi. Hal itu membuat saya memperbaiki letak kontol ku (waktu Kak Tiarna sudah di kamar mandi) karena saya malu kalau Kak Tiarna tau saya sedang 'horny' karena celana pendek yg saya kenakan sedikit ketat.
  • Setelah keluar dari kamar mandi, Kak Tiarna pun ikutan duduk di karpet disampingku, malah dia tengkurap sambil membelakangiku dan memeluk bantal duduk. saya semakin bebas ngeliat buah pantatnya yg bagus, sedikit pahanya yg mulus denngan betisnya yg indah yg ditaburi bulu-bulu halus yg rapi.
  • Sungguh pemandangan yg membuat saya makin konak, sehingga saya tidak konsen lagi denngan acara tv ataupun obrolan kita. Sambil ngobrol dan bercanda, Kak Tiarna sering mengejek atau meledek saya hingga saya tak sadar menepuk betisnya yg indah dan mulus.
  • Setelah menepuk, saya tidak menarik kembali tanganku, tapi kubiarkan terparkir di betisnya sambil sesakali mengusapnya. Jantungku makin dag dig dug, saya gelisah, karena baru kali ini selama saya tinggal dengannya bisa berdekatan sambil mengelus betisnya.
  • Kejadian di atas kapal laut yg saya coba lupakan, terkenang kembali. kontol ku makin tegang, dan terciplak jelas di celana pendekku karena saya tidak memakai cd lagi didalamnya (saya memang jarang memakai cd kalau dirumah).
  • Untuk menutupinya, saya meminta bantal duduk yg lain yg berada didepan Kak Tiarna. "Tolongin bantalnya dong kak! " Sambil menunjuk bantal didepannya. "Ambil aja sendiri, malas amat seh bergerak! " katanya mengejekku.
  • Tanpa meminta lagi, saya langsung bergerak mengambilnya, tetapi saya harus melewati tubuhnya, dan mau tak mau saya menindih pantatnya yg indah. "yg ini aja deh. " kataku sambil merebut bantal yg ada dipelukannya.
  • Tapi karena dia mempertahankannya, akupun tertarik ke arah tubuhnya sehingga sekarang saya menindihnya dari atas, sedangkan dia masih tetap tengkurap. Sambil mempertahankan bantalnya, buah pantatnya yg sudah saya tindih juga turut bergoyang menambah ketegangan kontol ku.
Denngan posisi seperti ini, akupun bebas menciumi rambutnya yg harum sambil tangan dan lengan kita bersentuhan. Sungguh posisi yg paling mengasyikkan, dan saya pun akhirnya tetap berada diatas tubuhnya.

"Ihh. kakak pelit! " "Biarin. ! " katanya sambil tetap menatap layar tv. Pandanganku tertutupi oleh sebagian rambutnya yg sebahu, dan saya pun makin berani menciumi rambutnya dan mulai memegangi tangannya.

Jantungku berdegup kencang, saya tahu Kak Tiarna mengetahuinya, tapi ketakutanku dikalahkan oleh nafsuku dan tanganku mulai berani menyibak dan mengelus rambutnya. "Kakak harum. " kataku tanpa disengaja karena sensasi yg ditimbulkan oleh suasana seperti ini.

"Biarin. kamu aja yg bau. wwek! " Katanya mengejekku. Setelah menyibak rambutnya, kuberanikan mencium tengkuknya, Kak Tiarna terlihat kaget walaupun sesaat, dan dia tetap mengarahkan pandangannya ke layar tv walaupu saya tahu tidak konsen lagi denngan acara tv.

Melihat dia tidak protes, saya semakin berani menciumi telinganya dan bolak balik kelehernya. "Kulit kakak muluss. " Kataku denngan gugup. "Sshh. biarin" Jawabnya sedikit mendesah. saya pun makin agresif.

Grepe Grepe Kakak Kandung Gersang cerita seks incest, Grepe Grepe Kakak Kandung Gersang istri selingkuh, kisah bokep hot Grepe Grepe Kakak Kandung Gersang
Grepe Grepe Kakak Kandung Gersang

Kugoyang pinggulku agar kontol ku bisa lebih merasakan buah pantatnya sambil tanganku perlahan-lahan mulai menyusup kearah ketiaknya. Tangan masuk melalui lobang ketiak dasternya, dan mencoba mengusap pangkal toket nya.

Sampai saat itu, saya masih takut kalau Kak Tiarna jadi marah karena 'kenakalanku'. Tapi karena dorongan nafsu yg makin menjadi, saya beranikan untuk menarik bawah dasternya sambil mengusap paha luarnya denngan tanganku yg satu, sedangkan tangan yg lain tetap meraba-raba toket nya.

Saya tak peduli lagi kalau dia marah, karena sensasi yg tercipta benar-benar membuat kontol ku tak sabaran lagi. denngan dibantu kakiku, saya coba merenggangkan pahanya, setelah dasternya mulai sedikit demi sedikt tergeser keatas pinggangnya, sampai terlihat cd Kak Tiarna yg berwarna putih.

Kak Tiarna diam saja, malah cenderung penurut ketika saya menarik dasternya keatas denngan mengangkat pantatnya sedikit, sehingga kontol ku makin menempel keras di buah pantatnya yg montok. Sampai disini, saya masih mengelus-elus pahanya denngan lembut dan tangan yg satu sudah berani meyelusupkan satu jari ke dalam mangkuk bh nya sambil menekan lembut toket Kak Tiarna.

Saya juga mulai menciumi punggungnya yg sedikit terbuka dibagian atasnya, terus kebawah kearah tali bh nya. saya menggigit daster dan tali bh nya bagian belakang lalu kutarik dan kulepas sehingga berbunyi cipak (bunyi tali bh mengenai kulitnya), dan kuulangi beberapa kali.

"Hmm. sakkitt. ! " Rengeknya manja sambil menundukkan kepalanya ke bantal sambil menikmati permainanku. "Biarin. ! " Balasku dan kita sama-sama tertawa. saya pun makin berani menarik cd Kak Tiarna kebawah sambil saya mencoba mencium pipinya.

"Kamu nakaa. ll! " Manjanya yg membuat saya makin bernafsu. saya tarik tanganku yg mengelus-elus toket nya dan menarik wajahnya sehingga saya dapat mencium bibirnya walaupun hanya sebentar dan denngan agak susah.

Karena saya makin bernafsu dan ingin sekali menciumi bibirnya yg seksi, saya bangun dan segera menarik cd Kak Tiarna sampai kelutut. Lalu saya membalikkan badannya denngan sedikit kasar sehinnga sekarang Kak Tiarna terlentang dihadapanku denngan dasternya yg sudah terangkat sampai keperut dan cd sampai lutut yg memperlihatkan rimbunan bulu-bulu halus di selangkangannya.

"Kamu mau ngapain. ? ! " Katanya sedikit terkejut. Tapi saya segera menindihnya dan memegang wajahnya dan segera mencium bibirnya yg diatasnya ditumbuhi bulu-bulu halus seperti seperti kumis tipis.

Kak Tiarna coba berontak denngan memalingkan wajahnya, tetapi karena saya telah memegang mukanya, akhirnya bibirnyapun berhasil saya lumat, denngan sedikit menarik dagunya sehingga bibirnya terbuka. Kak Tiarna pasif saja mulanya, tapi setelah saya jilati bibirnya, dia pun mulai membuka mulutnya dan mendesah.

"Ahh. jangan Rick! " Tapi saya terus mencium, menjilat sampai Kak Tiarna pun berani membalas goyangan lidahku di dalam rongga mulutnya. Lama kita bermain lidah, saling menjilat disertai desahan nafas kita dan bunyi 'plok' saat bibir kita terlepas untuk menarik nafas, kemudian melanjutkan saling kulum denngan ganasnya.

Perlahan tanganku meraih kedua tangannya dan menaruhnya diatas karpet dibagian atas kepala Kak Tiarna sambil terus berciuman. saya kembali menciumi lehernya, bahunya dan dadanya. Kak Tiarna hanya mendesah tanpa berbicara.

"Akhh. sshh. ! " dan saya makin melancarkan ciumanku, kali ini ke ketiaknya yg putih (bulu-bulunya tidak selebat waktu di atas kapal laut), saya ciumin dan saya jilati. "Akhh. geli sayang! " Desahnya lalu menggigit bibirnya (itulah kata sayang yg pertama ditujukan padaku) sambil kepalanya bergoyang kiri-kanan menikmati rangsangan yg saya berikan.

Aroma tubuhnya yg sensasional dan sensasi bulu-bulu ketiaknya membuat saya makin terangsang dan saya segera meremas toket nya dan Kak Tiarna memelototi saya katanya, "Sshh. pelan-pelan. sakit! " saya pun segera memintanya untuk melepaskan dasternya agar saya bisa membuka bh nya, tapi dia merengek manja.

"Nggak mauu. ! " Katanya pura-pura cemberut, tapi saya segera mencopot cd nya dan segera kubenamkan wajahku di memek nya yg penuh denngan bulu-bulu halus menggairahkan. "Kamu mau ngapain. ? " Tanyanya bingung, tapi saya terus saja mencoba menguak pahanya denngan kedua tanganku lalu mulai menjilati memek nya yg ternyata sudah mulai basah oleh cairan memek nya.

"Jangan ahh. kan bau tuh. sshh. ! " Protesnya sambil mendesah menahan nikmat, tapi saya justru merasakan aroma memek yg membuat perasaan tidak karuan. "Asyik kok kak. punyanya kakak harum ya. ? ! " kataku memuji karena memang harum.

Saya jilati bibir memek nya yg menonjol, clitorisnya, dan denngan bantuan jari menguak memek nya, saya menusukkan lidahku ke dalam lobang memek nya, sehingga Kak Tiarna mengerang tak karauan.

"Ohh. uu. " Tiba-tiba saya merasa memek nya menegang dan pahanya dirapatkan menjepit kepalaku, dan saya mencium aroma memek nya yg makin tajam diiringi lidahku merasakan cairan bening dari dalam lubang memek nya.

Ternyata Kak Tiarna sudah orgasme. Diapun mendorong kepalaku sehingga terangkat dari memek nya dan tangannya menutupi memek nya lalu tangan satunya mengambil cd nya yg tergeletak disampingnya dan menutupi lubang memek nya denngan cd nya itu dan berbaring membelakangiku sambil mengatur nafasnya yg memburu.

Saya kecewa karena tidak sempat menjilati cairan memek nya yg harum (aroma bunga). saya coba mendekatinya lagi sambil melepaskan celanaku. Ketika saya coba menyentuh memek nya dari belakang, dia berkata, "Sudah dong Rick. ! " saya coba mengerti, mungkin Kak Tiarna malu kalau cairan memek nya saya jilati.

Juga mungkin perasannya yg bersalah telah orgasme dihadapan adik sepupunya sendiri. saya hanya memeluknya dari belakang sambil menempelkan kontol ku yg sudah ngeras habis dibelahan pantatnya, lalu saya belai-belai rambutnya, mencoba menghiburnya karena saya sendiri belum mencapai klimaks.

"Kamu jahat. rangsang saya sampai saya orgasme! " Katanya sewaktu saya sudah mulai menggesek-gesekkan kontol ku di pantatnya. saya hanya diam, karena saya makin terangsang ingin memasukkan kontol ku ke memek nya.

Dan ketika saya makin kencang menggesekkan kontol ku yg mulai basah oleh sisa cairan memek nya dan Kak Tiarna diam saja, saya lalu memutar tubuhnya sehingga dia kembali terlentang dan saya segera merenggangkan kembali pahanya, tetapi Kak Tiarna menolak sambil menarik saya dan berkata sambil membelai-belai wajahku.

"Jangan sayang. saya takut hamil selama Mas Bryan nggak ada disini" Katanya memohon pengertianku. "Tapi kak. saya dah nggak tahan lagi. " Protesku. "Didubur aja kak kalau nggak mau di memek nya kakak. ? ! " "Sakit sayang. lagian nanti berbekas! " katanya memohon.

"Kalau gitu kakak oral aja. ! " kataku sambil menyodorkan kontol ku ke mukanya. Dia terlihat kaget ngeliat kontol ku yg agak besar walaupun panjangnya cuman sekitar 15 cm.

"Ok. tapi kalau udah mau keluar bilang ya. saya belum pernah nelan peju nya Mas Bryan! " Katanya sambil duduk dan membuka daster dan bh nya. saya terpesona ngeliat bentuk toket yg indah (punya pacarku saja yg dulunya saya bilang bagus masih kalah sama punyanya Kak Tiarna), sampai saya tidak tahan untuk tidak meremasnya.

"Tete kakak bagus. ! " Pujiku. Kak Tiarna hanya tersentum manis, "Kalau udah mau keluar, gesekin aja di sini ya. ! " Katanya sambil menunjuk ke toket nya, lalu dia memegang kontol ku dan mulai mengulumnya, "Ssruupphh. " Bunyi kulumannya di kepala kontol ku yg agak besar sambil melumurinya denngan air liurnya.

"Punyamu besar dan agak panjang dari Mas Bryan. ! " Tapi saya tidak terlalu menghiraukan lagi kata-katanya disela hisapannya, karena saya sendiri sudah merasa terbang ke langit ketujuh. posisi kita awalnya sama-sama berlutut, Kak Tiarna mengulum kontol ku sambil tangannya meremas-remas buah pantatku, dan sesekali menyentuh lubang anusku, semuanya itu menambah rangsangannya.

Saya memperhatikan kulit Kak Tiarna yg benar-bener mulus dari punggungnya sampai ke pinggangnya yg ditumbuhi bulu-bulu halus, bentuk pantatnya yg indah dan toket nya yg menggelitik pahaku sambil mulutnya mengulum kontol ku.

"Akhh. kak. duduk dong! " Kataku sambil berdiri karena rangsanagn yg dia berikan semakin memacu gairahku. Kak Tiarna pun duduk dan saya berdiri, lalu dia kembali memasukkan kontol ku ke mulutnya.

Kali ini saya yg menggoyang pantatku ke depan ke belakang dan lidahnya menahan kepala kontol ku setiap pantatku kudorong kedepan sambil tangannya memeluk kedua pahaku. Beberapa menit kemudian saya sudah mulai merasakan desakan sperma ku yg mau keluar, saya pun menarik keluar kontol ku, tapi karena hisapan yg kuat dari mulut Kak Tiarna, saya pun mendorongnya dan dia mengerti kalau saya sudah mau klimaks, Kak Tiarna segera berbaring dan memegang kontol ku lalu diarahkan ke toket nya lalu menjepit dan saya disuruhnya untuk menggesek-gesekkannya sambil meremas toket nya, sampai.

"Akhh. kakkh. saya mau keluar. ! " Kataku sambil menggeleng-gelengkan kepalaku. Dan. crot. crot. banyak sekali sperma ku yg muncrat di dada dan leher Kak Tiarna bahkan ada yg sampai mengenai mukanya.

"Akhh. kakak nikmat bangett. ! " Jeritku sambil tetap meremas toket nya. "Bersihin dong Rick, peju kamu banyak tuh. ! " Katanya sambil menyodorkan dasternya. saya pun mulai menglap sisa-sisa peju ku di toket nya, leher dan mukanya.

Lalu saya ciumin bibirnya, "Makasih Rick. kamu puasin saya malam ini! " Katanya "Kamu hebat. pintar rangsang saya. ! " Bisiknya malu-malu. "Dan mulai sekarang. kamu nggak usah lagi tumpahin peju mu di celana dalam kakak yg udah kotor. capek nyucinya. hehe! " Godanya, "Jadi kakak tahu kalau saya sering tumpahin peju ku di cd nya kakak? " Tanyaku malu.

"Iyalah. tapi nggak papa kok. kakak suka. saya juga sering ciumin cd kamu kok. cuman kamu nggak tau kan? !. hehhe! " Lalu katanya lagi, "Sejak dari pertama kenal, kakak sudah tertarik sama kamu, tapi kakak sembunyiin. kamu aja yg agak berani. terutama di atas kapal laut dulu! ".

Malam itu kita lanjutkan bercerita tentang kejadian-kejadian yg kita alami selama ini yg sama-sama kita rahasiakan, semuanya dibongkar denngan jelas. dan sambil bercerita, kita selingi denngan saling cium, melumat bibir, saling raba dan berpelukan.

Kita tertidur sambil berpelukan denngan telanjang di ruang itu, setelah saya membuat Kak Tiarna orgasme sekali lagi walaupun denngan jari-jari tanganku (itu permintaannya sendiri) walaupun saya sebenarnya ingin merasakan memek Kak Tiarna.

Sejak saat itu, saya dan Kak Tiarna sering 'bercinta' , walaupun Kak Tiarna belum mau saya memasukkan kontol ku ke memek nya karena takut kalau-kalau dia hamil saat husband nya ada di luar negeri.

Tapi paling tidak, saya tidak lagi cuma merasakan aroma memek nya lewat cd nya, atau aroma tubuhnya yg sensasional di pakaiannya, tapi saya sudah bisa merasakan langsung, kapan saja saya mau.

Grepe Grepe Kakak Kandung Gersang
Grepe Grepe Kakak Kandung Gersang, cerita seks , Grepe Grepe Kakak Kandung Gersang cerita seks incest, Grepe Grepe Kakak Kandung Gersang istri selingkuh, kisah bokep hot Grepe Grepe Kakak Kandung Gersang, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Grepe Grepe Kakak Kandung Gersang

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com